JATIMTIMES - Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang tergabung dalam program UM Belajar Bersama Masyarakat (BBM) Tematik menghadirkan cara baru dalam mengenalkan bahasa Arab kepada santri di Desa Jatisari, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang.
Melalui pendekatan Fun Learning, para santri TPQ dan Madrasah Diniyah (Madin) diajak belajar dengan metode yang lebih interaktif, menyenangkan, dan mudah dipahami.
Baca Juga : Jelang Indonesia vs Singapura, Kenali 3 Pemain The Lions yang Bisa Jadi Ancaman Garuda di Piala AFF 2026
Program pendampingan tersebut berlangsung selama empat pekan dan menjadi salah satu kegiatan unggulan tim UM BBM Tematik di Desa Jatisari. Sasarannya adalah meningkatkan minat sekaligus motivasi santri dalam mempelajari bahasa Arab sejak usia dini.
Berbeda dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada umumnya, tim UM BBM Tematik di Desa Jatisari beranggotakan 15 mahasiswa yang seluruhnya berasal dari Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Negeri Malang. Kesamaan latar belakang keilmuan itu dimanfaatkan untuk menyusun model pembelajaran yang sesuai dengan karakter anak-anak.

Foto bersama program UM Belajar Bersama Masyarakat (BBM) Tematik. (Foto: istimewa)
Koordinator Desa (Kordes) UM BBM Tematik Desa Jatisari, Aflah Sidqi Murtadho, mengatakan metode tersebut dirancang agar bahasa Arab tidak lagi dianggap sebagai pelajaran yang sulit.
"Melalui konsep Fun Learning ini, kami ingin santri TPQ dan Madin tidak hanya sekadar mengenal kosakata dasar, tetapi juga tumbuh minat dan semangatnya dalam mempelajari bahasa Arab sebagai bagian tak terpisahkan dari pembelajaran agama Islam," ujarnya.
Selama pendampingan, mahasiswa mengenalkan berbagai materi dasar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari perkenalan diri, angka, warna, anggota tubuh, nama benda di sekitar, hingga latihan percakapan sederhana (hiwar).

Suasana fun learning program UM Belajar Bersama Masyarakat (BBM) Tematik. (Foto: istimewa)
Baca Juga : Rekor Pertemuan Indonesia vs Singapura: Garuda Unggul di Total Laga, Tapi Kalah di Piala AFF
Agar proses belajar lebih menarik, materi disampaikan melalui berbagai aktivitas edukatif. Santri diajak belajar menggunakan lagu-lagu berbahasa Arab, permainan interaktif, kuis, media visual, hingga praktik percakapan secara langsung bersama teman-temannya.
Pendekatan tersebut membuat suasana belajar menjadi lebih hidup. Para santri tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari menghafalkan kosakata, bernyanyi bersama, hingga berlomba menjawab pertanyaan yang diberikan oleh para mahasiswa.
Tak hanya mendapat sambutan positif dari para santri, kegiatan ini juga diapresiasi oleh para pengajar TPQ dan Madrasah Diniyah di Desa Jatisari. Para pengurus menilai metode pembelajaran yang diterapkan mampu menghadirkan suasana belajar yang lebih menyenangkan sekaligus menjadi inspirasi dalam proses pembelajaran bahasa Arab di kemudian hari.
Melalui program pengabdian masyarakat ini, mahasiswa UM berharap pengalaman belajar yang menyenangkan dapat menumbuhkan kecintaan santri terhadap bahasa Arab sejak dini. Selain meningkatkan kemampuan dasar berbahasa, kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi penguatan pendidikan keagamaan di Desa Jatisari.
