JATIMTIMES - SMA Muhammadiyah (Smamda) Sidoarjo menggelar Baitul Arqom setiap tahunnya di bulan suci ramadan yang identik dengan berbagai macam kegiatan keagamaan. Kegiatan yang diikuti oleh siswa-siswi kelas 11 selama 3 hari 2 malam ini total 203 siswi bertempat di Aula Smamda Sidoarjo.
Selama melaksanakan Baitul arqom, para siswi ini juga dibekali dengan berbagai pengetahuan agama untuk penguatan aqidah dan ibadah ditengah tantangan zaman termasuk praktik janais (merawat jenazah) yang dilaksanakan usai sholat tarwih pada senin (9/3) malam.
Baca Juga : Masjid Jadi Ruang Pendidikan: Strategi MTsN 2 Kota Malang Membentuk Karakter Santri Lewat Tarawih
Furghon Zendy Halim selaku Ketua panitia pelaksana baitul arqom 2026 menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari 2 malam dengan beberapa materi.
"Materi yang kami pilih selama kegiatan baitul aqrom ini meliputi bijak bermedsos, thoharoh seperti wudhu, tayamum dan mandi junub, janais seperti malam ini kemudian muhasabah dan sholat berjama'ah," ungkapnya, Selasa (10/3/2026).
Tak hanya itu, Furghon juga menjelaskan bahwa kegiatan ini juga mengajarkan para siswi sholat jamak dan qasar disaat bepergian atau safar serta materi janais mulai memandikan hingga menyolatkan jenazah.
Selain kegiatan, Furqon mengatakan bahwa ada penilaian dari kegiatan ini nanti berupa teori dan praktek. Yang nantinya saat lulus para siswa dan siswi mendapatkan 2 ijazah yakni ijazah dibidang akademik dan ijazah kelulusan di Baitul Arqom.
"Jika tidak lulus di Baitul Arqom, siswa-siswi tersebut harus mengulang kembali di tahun berikutnya. Tingkat kelulusan ada 3 kategori, antara lain lulus, lulus bersyarat dan tidak lulus. Bila lulus bersyarat tidak harus mengulang hanya menyetorkan hafalan do'a yang belum dikerjakan dan bisa dilakukan pada saat jam istirahat", katanya.
Baca Juga : Seleksi PMBM Jalur Prestasi MAN 1 Kota Malang Berjalan Transparan dan Akuntabel
Furqon mengharapkan dengan kegiatan ini, anak-anak mempunyai akidah yang kuat melalui ibadah. Sehingga kedepannya siswa siswi kelak menjadi kader islam beriman, berilmu, berakhlak dan bertaqwa sehingga mampu melaksanakan perintah Allah dan menjauhi laranganNya, harapnya.
"Seperti kegiatan janais, yang memandikan hingga menyolatkan jenazah, diharapkan anak-anak lulusan Smamda Sidoarjo minimal bisa menerapkan ilmunya didalam keluarga dan bisa bermanfaat untuk masyarakat",tutupnya.
Selain pihak sekolah, para orang tua siswa dan siswi sangat mendukung penuh kegiatan positif ini, agar ilmu khususnya praktik janais bisa membantu lingkungan sekitarnya.
