Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Plt Bupati Ahmad Baharudin Buka Gerakan Pangan Murah dan Produk Unggulan di Tulungagung

Penulis : Anang Basso - Editor : Yunan Helmy

06 - Aug - 2026, 19:55

Placeholder
Saat Plt Bupati Ahmad Baharudin buka GPM di Dinas Ketahanan Pangan Tulungagung. (Foto : Ahmad Soim For Tulungagung Times)

JATIMTIMES - Perubahan iklim membuat dinamika bagi sektor pertanian di  Tulungagung, utamanya hasil panen. Akibatnya, harga pangan di pasaran juga terjadi kenaikan. 

Hasil pertanian yang tidak stabil akibat perubahan iklim tidak hanya mengancam ketersediaan pangan akan tetapi juga memengaruhi harga pangan di pasaran. Ketidakpastian dalam pasokan produk pertanian menyebabkan fluktuasi harga yang signifikan. 

Baca Juga : Ribuan Bendera Merah Putih Dibagikan, Plt Bupati Tulungagung: Jaga Nilai Kebangsaan

Adanya kondisi ini berdampak pada petani sebagai individu tetapi juga pada ekonomi secara keseluruhan. Sementara, penurunan produktivitas pertanian dapat mengurangi pendapatan dan mendorong meningkatnya angka kemiskinan.

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ahmad Baharudin SM, MM, dalam sambutannya sebelum membuka Gerakan Pangan Murah dan Produk Unggulan Kabupaten Tulungagung yang digelar di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Kamis (06/08/2026).

Dikatakannya, peningkatan harga pangan di pasaran tidak hanya mempengaruhi konsumen akhir tetapi juga industri-industri yang bergantung pada bahan baku pertanian, seperti industri makanan dan minuman serta sektor pariwisata. 

"Kondisi ini harus menjadi perhatian kita bersama agar tidak memberikan dampak yang lebih luas, karena dikhawatirkan bisa memberikan ancaman terhadap kondisi stabilitas keamanan wilayah," ucapnya.

Menurut dia, Kabupaten Tulungagung yang masyarakatnya mayoritas beraktifitas pada sektor pertanian harus waspada menyikapi kondisi ini. Salah satunya, perlu segera dilakukan langkah antisipasi agar kondisi tersebut tidak menimbulkan krisis pangan berkelanjutan yang akan berdampak pada ekonomi secara keseluruhan.

Langkah-langkah strategis telah dilakukan Pemkab Tulungagung mulai dari sektor hulu sampai hilir diantaranya dengan  meningkatkan ketersediaan pangan yang diwujudkan melalui peningkatan produktivitas pertanian dengan memberikan bantuan saprodi, pemanfaatan tehnologi hingga perluasan lahan pertanian, penguatan cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD) serta penguatan lumbung pangan masyarakat sebagai cadangan pangan masyarakat.

Sedangkan peningkatan keterjangkauan pangan bagi warga masyarakat diwujudkan melalui gerakan pangan murah (GPM) guna mendekatkan produsen dan konsumen dengan memangkas rantai distribusi sehingga harga pangan semakin terjangkau yang pada akhirnya angka inflasi dapat terkendali 

Selain itu  meningkatkan konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, aman (B2SA), higienis, bermutu, tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, serta berbasis pada potensi sumber daya lokal.

Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan mensosialisasikan konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman serta dengan terus menggalakkan dan mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan dan gizi yang potensinya cukup besar. 

"Upaya-upaya yang telah kita lakukan berdampak positif terhadap kondisi ketahanan pangan di Kabupaten Tulungagung. Stok ketersediaan pangan mayoritas surplus dan harga komoditas pangan rata-rata relatif stabil," ungkapnya.

Baca Juga : Bupati Sanusi Tegas Larang Aktivitas LGBT di Kabupaten Malang

Lebih lanjut Plt bupati mengatakan bahwa tingkat inflasi Kabupaten Tulungagung sebesar 2,23%, Jawa Timur 2,87%, dan Nasional: 2,88%. 

Hal ini menunjukkan bahwa kondisi ketahanan pangan di Kabupaten Tulungagung cukup bagus dan tidak terpengaruh dengan adanya ancaman krisis pangan global tetapi kondisi tersebut tentunya jangan membuat kita semua lengah.

Pihaknya berharap kepada para kepada OPD, camat dan seluruh pihak yang terkait dengan pengelolaan pangan agar senantiasa secara bersama-sama melakukan upaya-upaya maksimal untuk tetap dapat menjamin kemantapan ketahanan pangan, khususnya di Kabupaten Tulungagung. Baik yang berkaitan dengan produksi, ketersediaan, distribusi, dan keamanan pangan, terutama dalam menyikapi perkembangan terkini di tingkat lokal, nasional maupun global. Dibutuhkan sinergi bersama untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan, guna mendukung pemerintah dalam mewujudkan pangan berkualitas, harga terjangkau, petani sejahtera, masyarakat bahagia.

"Terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan bekerja keras demi terselenggaranya gerakan pangan murah dan produk unggulan Kabupaten Tulungagung ini. Semoga GPM ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat," pungkasnya.

Sementara itu Kepala DKP Tulungagung Sony Welli Ahmadi menerangkan bahwa GPM yang digelar di halaman kantornya berlangsung selama 3 hari, yaitu mulai tanggal 6 hingga 8 Agustus 2026. Dengan diikuti sebanyak 43 stand yang terdiri dari produsen pangan meliputi Poktan, Gapoktan, peternak, Perum Bulog Cabang Tulungagung, PG Modjopangoong, Dinas terkait, IKM, UKM dan Pelaku usaha bidang pangan serta partisipasi dari 19 Kecamatan yang ada di Tulungagung.

"Produk yang dipasarkan adalah komoditas diantaranya adalah beras, bawang merah, bawang putih, cabe, telur, daging ayam, ikan, gula pasir, minyak goreng dan aneka ragam sayuran produk petani binaan serta berbagai produk olahan pangan dan produk unggulan lainnya yang berbasis pada sumber daya lokal," terangnya.

Sony menjelaskan, GPM yang digelar di halaman kantornya berlangsung selama 3 hari, yaitu mulai tanggal 6 hingga 8 Agustus 2026.


Topik

Pemerintahan Tulungagung gerakan pangan murah produk unggulan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Surabaya Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anang Basso

Editor

Yunan Helmy

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan