Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Waspadai Zoonosis Jelang Iduladha, Pemkot Malang Perketat Pemeriksaan Hewan Kurban

Penulis : Riski Wijaya - Editor : A Yahya

15 - May - 2026, 16:33

Placeholder
Ilustrasi hewan kurban.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, Pemerintah Kota Malang meningkatkan pengawasan kesehatan hewan kurban guna mencegah penyebaran penyakit zoonosis atau penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan menegaskan, pemeriksaan kesehatan hewan menjadi tahapan penting agar daging kurban aman dikonsumsi masyarakat.

Baca Juga : Soal Kasus Dugaan Penganiayaan di Penginapan, Ini Tanggapan Satpol PP dan DPMPTSP Lamongan

Menurutnya, pengawasan dilakukan melalui pemeriksaan antemortem atau sebelum penyembelihan. Pemeriksaan itu bertujuan memastikan hewan dalam kondisi sehat, tidak cacat, dan bebas indikasi penyakit menular. “Pemeriksaan itu dilakukan untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat, tidak cacat, serta bebas dari indikasi penyakit. Sehingga penting agar hewan yang disembelih benar-benar sehat dan aman dikonsumsi masyarakat,” ujarnya.

Dalam pemeriksaan antemortem, petugas kesehatan hewan memantau kondisi fisik, perilaku, hingga tanda klinis penyakit pada hewan kurban. Hewan yang terlihat lemah, kurus, pincang, atau menunjukkan gejala sakit dapat dinyatakan tidak layak disembelih.

Tak hanya sebelum penyembelihan, pengawasan juga dilakukan setelah proses pemotongan melalui pemeriksaan postmortem. Petugas memeriksa karkas dan organ dalam seperti hati, paru-paru, jantung, limpa, hingga ginjal.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada kelainan organ, parasit, maupun perubahan jaringan yang berpotensi membahayakan kesehatan manusia. “Apabila ditemukan kasus seperti cacing hati atau kerusakan organ, maka dilakukan pemisahan bagian yang terkontaminasi bahkan pemusnahan apabila kondisinya dinilai parah,” kata Slamet.

Ia menambahkan, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga standar keamanan pangan ASUH atau Aman, Sehat, Utuh, dan Halal pada distribusi daging kurban.

Baca Juga : Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering, 5 Daerah di Jatim Sudah Siaga

Dispangtan Kota Malang juga menaruh perhatian serius terhadap pengawasan hewan kurban karena tingginya jumlah penyembelihan setiap tahun. Pada Idul Adha 2025 lalu, tercatat sebanyak 1.756 ekor sapi, 5.597 ekor kambing, dan 627 ekor domba disembelih di Kota Malang.

Dengan jumlah tersebut, Pemkot Malang memastikan pengawasan kesehatan hewan akan diperketat agar pelaksanaan kurban berlangsung aman dan masyarakat terhindar dari risiko penularan penyakit.


Topik

Pemerintahan dispangtan slamet husnan zoonosis iduladha



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Surabaya Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

A Yahya

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan