Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Pasar Keputran Selatan Direvitalisasi, Wali Kota Eri Harap Warga Belanja Lebih Nyaman karena Bersih

Penulis : M. Bahrul Marzuki - Editor : Yunan Helmy

12 - May - 2026, 12:14

Placeholder
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

 

 

 

 

JATIMTIMES - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan inspeksi mendadak (sidak) proyek revitalisasi Pasar Keputran Selatan, Selasa (12/5/2026). Revitalisasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari penataan pasar tradisional agar lebih bersih, sehat, dan nyaman baik bagi pengunjung maupun pedagang.

Dalam peninjauan itu, Wali Kota Eri menjelaskan bahwa sebelumnya di Pasar Keputran Selatan terdapat aktivitas pemotongan dan penjualan unggas hidup. Menurut dia, kondisi itu tidak lagi sesuai dengan ketentuan yang mengatur fungsi pasar tradisional.

Baca Juga : Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Terpuruk Sepanjang Sejarah

"Jadi, di sini dulu ada tempat potong unggas juga. Kan kita tahu bahwa untuk pasar itu sesuai dengan peraturan menteri hanya menjual barang atau daging atau sejenisnya, tidak boleh menjual barang hidup," kata  Eri.

Ia menegaskan penataan tersebut juga dilakukan untuk menghilangkan anggapan negatif terhadap pengelolaan pasar milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Sebab, selama ini keberadaan aktivitas yang dinilai melanggar aturan kerap menimbulkan tudingan miring kepada jajaran pemkot maupun Pasar Surya.

"Karena itulah, kita tata pasar ini biar tidak ada fitnah, biar tidak ada pemikiran bahwa itu yang tidak sesuai dibiarkan saja dengan membayar di pihak-pihak tertentu. Maka kita hilangkan itu. Jadi, kita bongkar semuanya pasar ini. Nanti, setelah itu, kita bangun kembali," jelasnya.

Eri mengatakan nantinya lokasi pasar dan tempat pemotongan unggas akan dipisah meski masih berada dalam satu kawasan Pasar Keputran Selatan. Hal yang sama juga akan diterapkan pemkot di lokasi lain agar pedagang tidak lagi memotong unggas sembarangan.

"Sehingga saya berharap setelah ini  unggas itu tidak boleh lagi dipotong sembarangan. Bisa potong di tempat yang terdekat, sehingga pasarnya jadi pasar bersih," katanya.

Menurut Eri, revitalisasi pasar tidak hanya bertujuan mempercantik bangunan, tetapi juga memberi dampak langsung bagi warga dan pedagang. Ia menyebut masyarakat nantinya dapat menikmati suasana pasar yang lebih bersih karena memiliki sistem sanitasi yang lebih baik dibanding sebelumnya. "Satu masyarakat bisa belanja lebih nyaman karena bersih. Yang kedua, namanya pasar tidak bau," ucapnya.

Ia juga menggarisbawahi persoalan limbah dari aktivitas pemotongan unggas yang selama ini berpotensi mengganggu kesehatan lingkungan. Karena itu, dalam revitalisasi tersebut, pemkot sekaligus menyiapkan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

"Maka tadi bangunan urukannya (saya minta) agak ditinggikan karena elevasinya  memang harus turun. Pembuangan harus masuk ke IPAL, baru boleh buang ke saluran sungai. Jadi, itu yang kita lakukan," paparnya.

Baca Juga : Kalender Jawa Weton Selasa Wage 12 Mei 2026: Banyak Ilmu dan Banyak Bicara

Selain pembenahan sanitasi,  Eri menyebut konsep bangunan Pasar Keputran Selatan juga dirancang lebih terbuka agar sirkulasi udara berjalan lebih baik. Maka dari itu, nangunan pasar akan dibuat lebih tinggi dan dilengkapi sistem ventilasi tambahan untuk mengurangi rasa panas. "Yang ketiga, saya juga berharap dengan perbaikan-perbaikan ini, maka pedagang juga akan nyaman," katanya.

Di samping itu, Pemkot Surabaya menata akses parkir serta jalur keluar masuk kendaraan di sekitar pasar agar aktivitas perdagangan tidak mengganggu lalu lintas di kawasan tersebut. Penataan dilakukan karena lokasi pasar berada di tepi jalan yang selama ini kerap memicu kepadatan kendaraan saat aktivitas pasar berlangsung.

"Jadi, memang kita menata parkir agar orang nyaman ketika masuk dan tidak mengganggu lalu lintas. Karena kan di sini di depan jalan," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu,  Eri turut meminta percepatan pengerjaan proyek revitalisasi Pasar Keputran Selatan. Ia berharap pekerjaan struktur bangunan dapat diselesaikan lebih cepat sehingga keseluruhan proyek bisa rampung sebelum target awal.

"Insya Allah tanggal 31 Agustus atau minggu pertama September bisa selesai. Karena rencananya di tanggal 27 (September), tapi kalau bisa dipercepat, ditarik insya Allah bisa selesai di minggu pertama September," kata dia.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pasar Surya (Perseroda) Agus Priyo mengatakan, sesuai arahan Wali Kota Eri Cahyadi, pekerjaan revitalisasi Pasar Keputran Selatan akan dikebut.

Ia menambahkan,  revitalisasi direncanakan tuntas akhir September atau bakal dipercepat akhir Agustus hingga awal September. Revitalisasi ini menelan anggaran Rp 7,7 miliar. "Pasar dibangun oleh kontraktor pemenang lelang dan sebagian dibangun dua lantai," kata Agus Priyo.

Agus Priyo juga mengungkapkan bahwa saat ini jumlah stan lantai 1 adalah 324. Nantinya setelah revitalisasi, jumlah stan Pasar Keputran Selatan tidak akan berubah. "Tapi kita masih bisa menambah jumlah pedagang yang akan ditempatkan di lantai dua," terangnya.

Menurut Agus, khusus di lantai dua, bangunan akan dibuat stan los. Stan ini bisa untuk menampung pedagang baru, terutama pedagang kaki lima (PKL). "Bisa menampung sekitar 50-60 pedagang baru dengan konsep stan los," pungkasnya. 


Topik

Pemerintahan Pasar Keputran Selatan Pemkot Surabaya Wali Kota Eri Cahyadi revitalisasi pasar Surabaya



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Surabaya Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

M. Bahrul Marzuki

Editor

Yunan Helmy

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan