Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Agama

Khutbah Jumat 10 April 2026: Saatnya Muhasabah, Sudahkah Ibadah Kita Tetap Terjaga?

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Nurlayla Ratri

10 - Apr - 2026, 08:08

Placeholder
Potret khutbah Jumat. (Foto: laman Masjid Raya KH. Hasyim Asyari)

JATIMTIMES - Memasuki penghujung bulan Syawal, umat Islam diajak untuk melakukan muhasabah atau koreksi diri atas perjalanan ibadah yang telah dijalani sejak Ramadhan hingga setelah Idulfitri. Momen ini menjadi waktu yang tepat untuk menilai sejauh mana semangat ibadah yang tumbuh di bulan suci masih tetap terjaga.

Khutbah Jumat kali ini mengingatkan bahwa keberhasilan seorang muslim tidak hanya diukur dari kesungguhan saat Ramadhan, tetapi juga dari kemampuannya mempertahankan amal saleh di bulan-bulan setelahnya.

Baca Juga : Iran dan AS Gelar Pembicaraan Damai di Pakistan Hari Ini, Dimediasi Islamabad

Penghujung Syawal menjadi ruang refleksi untuk melihat apakah salat, tilawah, sedekah, dan berbagai kebiasaan baik masih terus dijalankan atau justru mulai memudar.

Melalui tema ini, jemaah diajak untuk kembali memperbaiki niat, memperkuat istiqamah, serta menjadikan evaluasi diri sebagai langkah untuk meningkatkan kualitas iman dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Khutbah I

الْحَمْدُ لله الَّذِي أرْسَلَ رَسُوْلَهُ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَ نَذِيْرًا وَدَاعِيًا إلى الله بإذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا واَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَه رَبُّ الْعَالَمِيْن وَقَيُّوْمُ السَّمَوَاتِ و اْلَارْضِ وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه الْمَبْعُوْثُ لِأتَمِّمَ مَكَارِمَ الأخْلاَقِ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْن. الّلَهُمَّ صَلّ وَسَلِّم عَلَى سَيِّدنا محمد وَعَلَى ألِهِ وأصْحَابِه والتَّابِعِيْن والْعَاِملِيْن بِسُنَّتِهِ. أما بعد. فَيَا عِبَادُ الله أوْصِيْكُمْ ونَفْسِي بتقوى الله وَتَزَوَّدُوْا فَإنَّ خَيْرَ زَادِ التَّقْوَى فقال الله تعالى: وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَ يَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لايْحتَسِب

Hadirin jemaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita terus memperkuat komitmen hati untuk menaati segala perintah Allah Swt. Mari kita jaga kesungguhan dalam menjalankan seluruh kewajiban yang telah ditetapkan-Nya (المَأْمُوْرَاتُ), baik yang bersifat wajib (الوَاجِبَاتُ) sebagai amalan yang harus kita tunaikan, maupun ibadah-ibadah sunnah (المَنْدُوْبَاتُ) yang menjadi sarana mendekatkan diri kepada-Nya.

Pada saat yang sama, kita juga wajib menjaga diri dari segala larangan Allah (المَنْهْيَاتُ), baik dosa-dosa besar yang jelas diharamkan maupun perkara yang dimakruhkan (المَكْرُوْهَاتُ) yang sebaiknya kita hindari.

Dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya, sesungguhnya kita sedang menapaki jalan menuju keberkahan hidup di dunia serta kebahagiaan yang kekal di akhirat.

Insyaallah, apabila kita istiqamah dalam ketaatan, janji Allah berupa jalan keluar, rezeki, dan keselamatan akan benar-benar kita rasakan.

Semoga Allah senantiasa memberikan taufik, hidayah, dan kekuatan kepada kita semua agar tetap teguh dalam amal saleh. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Jemaah Jumat yang dirahmati Allah,

Hari ini kita telah sampai pada Jumat-jumat akhir di bulan Syawal. Bulan yang datang sesudah Ramadan, bulan yang menjadi ruang pembuktian apakah latihan ibadah selama sebulan penuh benar-benar membekas dalam kehidupan kita.

Ramadan bukan hanya mengajarkan kita menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mendidik hati, menata akhlak, serta memperhalus perilaku.

Karena itu, penghujung Syawal adalah saat yang tepat untuk bermuhasabah.

Sudahkah Ramadan menjadikan kita pribadi yang lebih sabar?

Sudahkah lisan kita menjadi lebih lembut?

Sudahkah hati kita menjadi lebih lapang?

Ataukah setelah Idulfitri berlalu, kita justru kembali kepada kebiasaan lama, mudah tersinggung, keras dalam berbicara, dan kurang peduli terhadap perasaan orang lain?

Hadirin jemaah Jumat rahimakumullah,

Rasulullah saw berkali-kali menegaskan bahwa kesempurnaan iman sangat erat kaitannya dengan akhlak.

Beliau bersabda:

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ أَخْلَاقًا

Artinya: “Orang yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR Ahmad)

Hadis ini menjadi pengingat bagi kita bahwa ibadah tidak boleh berhenti pada ritual semata.

Salat, puasa, tilawah, zikir, dan sedekah seharusnya melahirkan perubahan dalam sikap dan perilaku.

Baca Juga : Kalender Jawa Weton Jumat Pahing 10 April 2026: Rezeki Lumintu

Jika lisan masih gemar melukai, hati masih dipenuhi kesombongan, dan perilaku masih merendahkan sesama, maka ada yang perlu kita koreksi dari kualitas ibadah kita.

Sahabat Anas bin Malik RA juga pernah menyampaikan:

إِنَّ العَبْدَ لَيَبْلُغُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ أَعْلَى دَرَجَةٍ فِي الجَنَّةِ وَهُوَ غَيْرُ عَابِدٍ، وَيَبْلُغُ بِسُوءِ خُلُقِهِ أَسْفَلَ دَرَكٍ فِي جَهَنَّمَ وَهُوَ عَابِدٌ

Artinya: “Seseorang dapat mencapai derajat tertinggi di surga karena akhlaknya yang baik, meskipun bukan ahli ibadah. Sebaliknya, seseorang bisa jatuh ke dasar neraka karena buruk akhlaknya, meskipun ia ahli ibadah.” (Iḥyā’ ‘Ulūmiddīn, juz 3, hal. 56)

Jemaah Jumat yang dirahmati Allah,

Ini bukan berarti ibadah tidak penting, tetapi justru menegaskan bahwa ibadah yang sejati adalah ibadah yang melahirkan akhlak mulia.

Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali orang lebih merasa nyaman bersama pribadi yang santun dan lembut, meskipun tidak banyak berbicara tentang agama, daripada dengan orang yang banyak bicara agama tetapi lisannya tajam dan perilakunya menyakiti.

Imam Fudhail bin ‘Iyadh pernah berkata:

لَأَنْ يُصَاحِبَنِي فَاجِرٌ حَسَنُ الخُلُقِ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ يُصَاحِبَنِي عَابِدٌ سَيِّئُ الخُلُقِ

Artinya: “Aku lebih suka bersahabat dengan seorang pendosa yang baik akhlaknya daripada ahli ibadah yang buruk perangainya.” (Iḥyā’ ‘Ulūmiddīn, juz 3, hal. 56)

Ucapan ini adalah panggilan bagi kita untuk menjadikan ibadah sebagai jalan memperbaiki diri, bukan sekadar kebanggaan lahiriah.

Jangan sampai kita tampak terang di luar, tetapi justru menyakiti orang-orang yang dekat dengan kita.

Jemaah Jumat yang dirahmati Allah,

Mari jadikan sisa bulan Syawal ini sebagai momentum memperbaiki arah hidup.

Jangan biarkan semangat Ramadan memudar begitu saja. Teruskan irama ibadah yang telah dibangun selama bulan suci. Jaga salat berjemaah, lanjutkan membaca Al-Qur’an, perbanyak sedekah, dan rawat kelembutan dalam pergaulan.

Syawal adalah waktu yang tepat untuk meluruskan kembali niat-niat baik yang mulai goyah, memperbaiki langkah yang mungkin sempat melenceng, serta meneguhkan komitmen untuk menjadi hamba yang tidak hanya taat, tetapi juga membawa manfaat bagi sesama.

Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah kita, memperindah akhlak kita, serta menjadikan kita hamba yang benar-benar berubah setelah Ramadan, bukan hanya pada penampilan, tetapi juga sampai ke kedalaman hati dan perbuatan. Amin Ya Rabbal Alamin

بَارَكَ اللهُ لِي وَلكم في الْقُرأنِ الْعَظِيم وَنَفَعَنِي وإيَّاكُم
بَارَكَ اللهُ لِي وَلكم في الْقُرأنِ الْعَظِيم وَنَفَعَنِي وإيَّاكُم ِبما فيه من الأياتِ والذِّكْرِ الْحَكِيْم وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاَوتَهُ إنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْم

Khutbah II

 اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ ثُمَّ الْحَمْدُ لِلّٰهِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ  وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ  لْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَ يُّها الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ   اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلَاءَ وَاْلوَبَاءَ والقُرُوْنَ وَالزَّلَازِلَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ

اَللّٰهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ


Topik

Agama khutbah jumat khutbah akhir syawal



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Surabaya Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Nurlayla Ratri