Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Agama

Kisah Perang Besar Jelang Kiamat dalam Islam, Lokasinya di Sini 

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Nurlayla Ratri

09 - Apr - 2026, 08:04

Placeholder
Ilustrasi perang. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Dalam ajaran Islam, salah satu tanda besar menjelang hari kiamat adalah terjadinya perang dahsyat yang dikenal sebagai Al-Malhamah Al-Kubra. Perang ini disebut terjadi pada akhir zaman dan menjadi penanda sebelum munculnya Dajjal.

Kisah perang besar akhir zaman ini tidak hanya disebut dalam hadis Nabi Muhammad SAW, tetapi juga dijelaskan lokasi terjadinya.

Lalu, di mana perang tersebut akan berlangsung?

Baca Juga : Kios Pasar Besar Diperjualbelikan, Wali Kota Malang Siapkan Penelusuran dan Sanksi

Dalam sejumlah hadis, Rasulullah SAW mengabarkan akan terjadi peperangan besar antara kaum Muslimin dan bangsa Romawi atau kaum Nasrani menjelang akhir zaman. Perang itu disebut sebagai al-Malhamah al-Kubra, yang dalam bahasa Arab berarti perang besar atau pertempuran dahsyat.

Dikutip dari buku Kiamat Sudah Dekat? karya Muhammad al-‘Areifi, perang ini disebut terjadi sebelum kemunculan Imam Mahdi dan Dajjal. Setelah perang besar tersebut, kaum Muslimin disebut akan meraih kemenangan, lalu berlanjut pada penaklukan Konstantinopel.

Penaklukan itu kemudian menjadi salah satu tanda munculnya Dajjal. Hal tersebut sebagaimana disebut dalam hadis riwayat Mu’adz bin Jabal RA.

"Ramainya Baitul Maqdis adalah isyarat kehancuran Yatsrib. Kehancuran Yatsrib adalah isyarat pecahnya perang besar (al-Malhamah). Pecahnya perang besar (al-Malhamah) adalah tanda penaklukan Konstantinopel. Sedangkan penaklukan Konstantinopel adalah tanda kemunculan Dajjal." (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Lokasi perang besar ini juga dijelaskan dalam hadis lain yang diriwayatkan Abu Hurairah RA.

Dalam Shahih Muslim, Rasulullah SAW menyebut perang akan terjadi di wilayah al-A’maq atau Dabiq, kawasan yang berada dekat Halab (Aleppo), Syam. "Hari kiamat belum akan terjadi sampai bangsa Romawi tiba di daerah al-A'maq, atau Dabiq." (HR Muslim)

Wilayah Syam sendiri secara historis merujuk pada kawasan yang kini mencakup Suriah dan sekitarnya. Dabiq dikenal sebagai sebuah daerah di utara Suriah. Karena itu, banyak ulama menyebut lokasi perang akhir zaman dalam hadis berada di kawasan tersebut.

Baca Juga : Kabar Baik! Biaya Haji 2026 Dipangkas Rp 2 Juta, Antrean Juga Dipercepat

Hadis tersebut juga menjelaskan jalannya pertempuran. Pasukan kaum Muslimin disebut keluar dari Damaskus untuk menghadapi bangsa Romawi. Mereka digambarkan sebagai orang-orang terbaik dari negeri pilihan.

Ketika perang pecah, pasukan Muslimin terbagi menjadi tiga bagian. Sepertiga pasukan kalah dan mundur. Sepertiga lainnya gugur sebagai syuhada. Sementara sepertiga terakhir meraih kemenangan. Setelah itu, mereka menaklukkan Konstantinopel.

Setelah kemenangan itu, muncul kabar bahwa Dajjal telah keluar. Namun informasi tersebut ternyata belum benar. 

Dalam riwayat disebut Dajjal baru benar-benar muncul setelah pasukan kembali ke wilayah Syam. Pada fase itulah Nabi Isa AS disebut turun ke bumi.

"Ketika pasukan kaum Muslimin bersiap-siap untuk memerangi Dajjal setelah menaklukkan bangsa Romawi dan belum sempat membagikan harta pampasan perang, kemudian mereka merapatkan barisan (shaf) untuk mendirikan shalat, turunlah Isa ibn Maryam. " (HR Muslim)

Demikian kisah perang yang menjadi tanda besar kiamat dalam Islam yang banyak dibahas dalam hadis akhir zaman. Semoga informasi ini menambah wawasan Sobat JatimTIMES ya. 


Topik

Agama perang besar akhir zaman kemunculan imam mahdi dan dajjal perang kubra



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Surabaya Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Nurlayla Ratri