Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Harga Kedelai dan Plastik Melonjak, Produsen Tempe Sanan Malang Terpaksa Naikkan Harga Jual

Penulis : Hendra Saputra - Editor : Yunan Helmy

07 - Apr - 2026, 13:10

Placeholder
Para karyawan produsen tempe Mekar Jaya saat packing kedelai yang nantinya menjadi tempe. (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Kenaikan harga bahan baku kembali menekan pelaku usaha kecil. Produsen tempe Mekar Jaya di kawasan Sentra Industri Tempe Sanan, Kota Malang, Mustakim mengaku harus menaikkan harga jual produknya setelah harga kedelai dan plastik melonjak signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Mustakim menyebut, harga kedelai yang sebelumnya berada di kisaran Rp 9.400 hingga Rp 9.500 per kilogram kini sudah menembus Rp 10.000 per kilogram. Kenaikan ini mulai terasa sejak sebelum Lebaran dan terus berlanjut hingga saat ini.

Baca Juga : Usai Beraksi di 24 TKP, Komplotan Residivis Pencuri Kabel Trafo PLN Diringkus Polres Gresik

"Kan dari yang dulu asalnya Rp 9.400 atau Rp 9.500. Sekarang sudah Rp 10 ribu. Itu per kilo harga kedelai," ujar Mustakim.

Selama ini, Mustakim mengandalkan pemasok langganan yang sudah bekerja sama sejak zaman orang tuanya. Namun, saat harga kedelai bergejolak, ia mencoba mencari alternatif yang lebih murah, termasuk dari pemasok yang mengambil langsung dari Surabaya dalam jumlah besar.

Tak hanya kedelai. Lonjakan harga juga terjadi pada bahan pendukung seperti plastik kemasan. Mustakim mengungkapkan, harga plastik mengalami kenaikan hampir dua kali lipat.

"Saya beli kresek itu satu bal biasanya kan cuman Rp 1.275.000 atau berapa. Kemarin beli itu Rp 2.170.000. Naik harga kresek," ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa harga plastik roll yang sebelumnya sekitar Rp 2.350 per kilogram kini naik menjadi Rp 5.100 per kilogram. Kenaikan harga kedelai sendiri disebut-sebut dipicu oleh faktor global, termasuk konflik internasional yang berdampak pada pasokan komoditas impor.

"Alasannya katanya karena perang itu ya terus, akhirnya kan ini kedelai  impor," katanya.

Dengan kondisi tersebut, Mustakim mengaku tidak memiliki banyak pilihan selain menaikkan harga jual. Ia memilih tidak mengurangi ukuran produk demi menjaga kualitas.

"Iya karena kemarin kalau dihitung nggak nutut. Ya  plastik naik, kedelai naik, akhirnya ya mau gak mau naik sudah. Naik harga harganya naik. Jadi tidak mengurangi (kualitas, red) nggak ada," ungkapnya.

Baca Juga : Libur Paskah 2026, Pengunjung Mal di Kota Malang Tembus 30 Ribu

Saat ini, harga tempe kemasan kecil yang sebelumnya Rp 2.000 per bungkus naik menjadi Rp 2.200. Sementara untuk ukuran besar, harga yang sebelumnya Rp 3.500 kini menjadi Rp 4.000 per bungkus.

Meski kenaikan harga relatif kecil, dampaknya cukup terasa pada permintaan pasar. Mustakim mengaku penjualan mengalami penurunan signifikan, terlebih di tengah kondisi pasar yang sedang lesu.

"Ya tadi itu ya memang gimana ya jualan sepi. Begitu dikasih tahu harga kan apa pelanggan kan protes," ucapnya.

Ia menambahkan, produksi tempe yang sebelumnya bisa mencapai lebih dari satu ton per hari kini turun drastis. Dari yang sempat menyentuh 1,25 ton per hari, saat ini produksinya hanya sekitar 850 kilogram per hari.

Penurunan juga terlihat dari jumlah penjualan harian. Jika sebelumnya bisa menjual hingga 11.000 bungkus, kini hanya berkisar antara 3.000 hingga 3.500 bungkus per hari.

Kondisi pasar yang sepi, ditambah persaingan yang semakin ketat dari produk luar daerah, membuat pelaku usaha tempe seperti Mustakim harus bertahan di tengah tekanan biaya produksi yang terus meningkat.


Topik

Ekonomi Perajin tempe harga naik tempe Sanan Kota Malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Surabaya Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

Yunan Helmy