Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Serba Serbi

Kenapa Paskah Identik dengan Telur dan Kelinci? Ini Sejarah dan Maknanya

Penulis : Mutmainah J - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

03 - Apr - 2026, 16:56

Placeholder
Kelinci dan telur warna-warni yang identik dengan Paskah. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Perayaan Paskah tidak hanya identik dengan ibadah keagamaan, tetapi juga berbagai simbol unik seperti telur berwarna-warni dan kelinci lucu. Banyak orang mungkin bertanya, dari mana sebenarnya tradisi ini berasal?

Menariknya, tidak semua simbol Paskah berasal dari ajaran dalam Alkitab. Beberapa di antaranya justru berkembang dari tradisi budaya dan kebiasaan masyarakat yang kemudian menyatu dengan perayaan Paskah modern.

Baca Juga : Relokasi Diharap Jadi Solusi, DPRD Kota Malang Soroti Pedagang Pasar Gadang dan Komitmen Pemkot

Melansir situs History, berikut penjelasan lengkap mengenai asal-usul telur dan kelinci sebagai simbol Paskah.

Asal-usul Kelinci Paskah

Kelinci Paskah atau yang sering disebut Easter Bunny bukan berasal dari tradisi keagamaan secara langsung. Simbol ini pertama kali populer di Amerika Serikat pada tahun 1700-an, dibawa oleh para imigran Jerman yang menetap di Pennsylvania.

Mereka membawa cerita tentang kelinci bertelur yang dikenal dengan nama “Osterhase” atau “Oschter Haws”. Dalam tradisi tersebut, anak-anak akan membuat sarang sebagai tempat kelinci ini meletakkan telur-telurnya.

Seiring waktu, kebiasaan ini berkembang. Sarang berubah menjadi keranjang Paskah yang dihias cantik, dan anak-anak mulai meninggalkan wortel untuk “sang kelinci” sebagai bentuk imajinasi bahwa hewan tersebut datang membawa hadiah.

Secara simbolis, kelinci juga dianggap sebagai lambang kesuburan dan kehidupan baru. Hal ini karena kelinci dikenal sebagai hewan yang cepat berkembang biak, sehingga sejak lama dikaitkan dengan makna kelahiran dan pembaruan.

Sejarah Telur Paskah

Selain kelinci, telur menjadi simbol yang sangat identik dengan Paskah. Tradisi menghias telur bahkan sudah ada sejak abad ke-13.

Telur sendiri merupakan simbol kuno yang melambangkan kehidupan baru. Dalam banyak budaya, termasuk tradisi pagan, telur sering dikaitkan dengan musim semi, waktu di mana kehidupan kembali tumbuh dan berkembang.

Dari sudut pandang Kristen, telur Paskah memiliki makna yang lebih dalam. Telur melambangkan kebangkitan, yang sejalan dengan peringatan kebangkitan Yesus Kristus pada Hari Paskah.

Baca Juga : Destinasi Wisata Mikutopia di Kota Batu Belum Kantongi Dokumen AMDAL, Tabrak Prosedur Perizinan?

Ada juga penjelasan historis lainnya. Pada masa lalu, telur termasuk makanan yang dilarang selama masa puasa sebelum Paskah. Untuk menandai berakhirnya masa tersebut, masyarakat kemudian menghias telur dan menjadikannya bagian dari perayaan saat hari Paskah tiba.

Seiring berjalannya waktu, tradisi Paskah terus mengalami perkembangan. Kelinci dan telur kini sering dikaitkan dengan berbagai aktivitas modern, seperti berburu telur (egg hunt), pemberian cokelat, hingga hadiah untuk anak-anak.

Meski demikian, makna utamanya tetap berkaitan dengan simbol kehidupan baru, harapan, dan kebangkitan.

Telur dan kelinci menjadi simbol Paskah bukan tanpa alasan. Keduanya memiliki akar sejarah panjang, mulai dari tradisi kuno hingga pengaruh budaya Eropa yang berkembang di Amerika.

Simbol-simbol ini memang tidak berasal langsung dari ajaran Alkitab, tetapi telah menjadi bagian penting dari perayaan Paskah modern di berbagai belahan dunia.

Kini, keberadaan telur dan kelinci tidak hanya memperkaya tradisi, tetapi juga membuat perayaan Paskah terasa lebih meriah dan penuh makna.


Topik

Serba Serbi Paskah kelinci telur perayaan paskah



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Surabaya Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Sri Kurnia Mahiruni