Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Refleksi di Balik Peningkatan Kompetensi GTK MAN 1 Kota Malang

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Nurlayla Ratri

30 - Mar - 2026, 19:25

Placeholder
Halalbihalal MAN 1 Kota Malang jadi ruang refleksi dan penguatan kompetensi. (ist)

JATIMTIMES - Kegiatan peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan (GTK) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Malang belum lama ini, tidak berhenti pada penguatan kapasitas teknis. Agenda yang dirangkai dengan halalbihalal 2026 itu justru diarahkan menjadi ruang refleksi bersama bagi seluruh unsur madrasah.

Seluruh guru, tenaga kependidikan, hingga keluarga hadir dalam kegiatan tersebut. Namun, alih-alih sekadar menjadi forum silaturahmi, pertemuan ini dimanfaatkan untuk membaca ulang peran masing-masing dalam ekosistem kerja yang selama ini berjalan.

1

Kepala Kementerian Agama Kota Malang, Gus Shampton, menyinggung kecenderungan individu yang fokus pada capaian pribadi tanpa diimbangi kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar. Ia mengajak peserta melihat kembali apakah keberadaannya di tempat kerja sudah memberi dampak positif atau justru sebaliknya.

Baca Juga : Biaya UTBK-SNBT 2026 Berapa? Segini Tarif dan Cara Bayarnya

“Halalbihalal bukan sekadar saling memaafkan, tetapi ruang untuk mengukur diri,” pesannya, menekankan bahwa peningkatan kompetensi seharusnya berjalan seiring dengan pembenahan sikap dan relasi sosial.

2

Sorotan serupa muncul dalam pandangan Ketua Komite, Dr. H. Zaini. Ia menilai penguatan kompetensi tidak bisa dilepaskan dari perubahan lanskap digital. Keterlibatan siswa dalam ruang-ruang digital, menurutnya, menuntut kesiapan guru untuk terus beradaptasi, bukan hanya secara teknis, tetapi juga dalam cara membangun komunikasi dan pendampingan.

3

Sementara itu, Kepala MAN 1 Kota Malang, Dr. H. Sutirjo, M.Pd., melihat momentum ini sebagai pengingat bahwa kualitas lembaga tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh soliditas tim. Profesionalitas, kata dia, tidak berdiri sendiri tanpa dukungan kebersamaan yang sehat.

Pada sesi tausiyah, H. Akhyak, S.Ag., menggeser perspektif peserta pada hal yang lebih mendasar. Ia mengingatkan bahwa kesehatan dan waktu kerap habis untuk rutinitas, tanpa diikuti kesadaran untuk memperbaiki kualitas diri. Padahal, menurutnya, nilai dari setiap kerja tidak hanya diukur dari hasil, tetapi juga dari niat dan kebermanfaatannya.

Rangkaian kegiatan ini memperlihatkan upaya MAN 1 Kota Malang menggeser pendekatan peningkatan kompetensi dari sekadar pelatihan menjadi proses evaluasi yang lebih dalam. Halalbihalal dimanfaatkan sebagai pintu masuk untuk membangun kesadaran kolektif, bahwa peningkatan kualitas tidak cukup berhenti pada kemampuan, tetapi juga pada cara individu hadir dan berkontribusi di lingkungan kerja.

Baca Juga : Halal Bihalal di MAN 2 Kota Malang Jadi Strategi Bangun Ulang Relasi Sosial Siswa

Alih-alih menjadi agenda seremonial tahunan, kegiatan ini menegaskan bahwa refleksi diri merupakan bagian tak terpisahkan dari penguatan kompetensi GTK di tengah tuntutan perubahan yang terus bergerak.


Topik

Pendidikan man 1 kota malang halal bihalal peningkatan kompetensi gtk



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Surabaya Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Nurlayla Ratri