Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

DPRD Jatim Kritik Dinkes Tidak Hadir di Banjir Pasuruan, Ancaman Penyakit Mengintai

Penulis : Muhammad Choirul Anwar - Editor : Dede Nana

27 - Mar - 2026, 19:12

Placeholder
Anggota Komisi E DPRD Jatim Puguh Wiji Pamungkas.

JATIMTIMESDPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) mengkritik tidak terlihatnya peran Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim dalam penanganan banjir di Kabupaten Pasuruan. Kondisi ini dinilai berisiko karena ancaman penyakit bagi warga terdampak terus meningkat di tengah genangan yang belum sepenuhnya surut.

Anggota Komisi E DPRD Jatim Puguh Wiji Pamungkas menegaskan, penanganan bencana seharusnya dilakukan secara terpadu lintas sektor, termasuk melibatkan sektor kesehatan sebagai komponen utama.

Baca Juga : Tak Sekadar Imbauan, Wali Kota Malang Dinas Pakai Sepeda

“Dalam satu paket penanganan kebencanaan itu harus lintas sektoral. Tidak hanya BPBD, tapi juga Dinas Sosial, Tagana, dan tentu Dinas Kesehatan. Ini penting untuk memastikan masyarakat terhindar dari risiko penyakit pascabanjir,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Ia menilai, ketiadaan Dinkes Jatim di lapangan berpotensi menimbulkan celah dalam penanganan kesehatan warga. Padahal, banjir yang berlangsung selama beberapa hari sangat rentan memicu penyakit seperti diare, infeksi kulit, hingga gangguan kesehatan lainnya.

Karena itu, Puguh meminta Dinkes Jatim segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan dan fasilitas layanan kesehatan setempat untuk melakukan pendataan kondisi warga terdampak.

“Harus ada assessment langsung ke masyarakat. Apakah ada yang mulai terkena diare, penyakit kulit, atau gangguan kesehatan lain. Ini penting agar penanganan bisa cepat dan tepat,” tegasnya.

Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jatim itu juga mengingatkan bahwa kehadiran negara dalam situasi bencana tidak hanya diukur dari distribusi bantuan logistik, tetapi juga dari kesiapan layanan kesehatan bagi masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat merasa tidak mendapatkan perlindungan kesehatan. Kehadiran negara harus dirasakan secara utuh, termasuk dalam aspek kesehatan,” imbuhnya.

Baca Juga : DPRD Banyuwangi Gelar Rapat Paripurna dalam Suasana Lebaran 

Sementara itu, seorang petugas BPBD Jawa Timur mengaku tidak melihat keterlibatan Dinkes Jatim selama proses penanganan banjir berlangsung. “Tidak ketemu (Dinkes Jatim, red). Yang ada Dinkes Pasuruan dan puskesmas setempat,” ujarnya.

Data BPBD Jatim mencatat, hingga Kamis (26/3/2026), sebanyak 1.148 kepala keluarga (KK) terdampak banjir yang tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Beji, Rejoso, Bangil, Winongan, Grati, Kraton, dan Gempol.

Dengan jumlah warga terdampak yang cukup besar serta banjir yang belum sepenuhnya surut, DPRD Jatim mendesak penguatan koordinasi lintas sektor, khususnya untuk memastikan layanan kesehatan berjalan optimal dan risiko penyakit dapat ditekan.


Topik

Pemerintahan dprd jatim banjir pasuruan dinkes jatim puguh wiji pamungkas



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Surabaya Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Muhammad Choirul Anwar

Editor

Dede Nana