Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Serba Serbi

Bukan Soal Kaya, Ini Alasan Indonesia Dinobatkan Negara Paling Bahagia di Dunia

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : A Yahya

07 - Jan - 2026, 09:28

Placeholder
Cakrawala kota saat matahari terbenam, di Jakarta, Indonesia. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Indonesia kembali menjadi sorotan dunia internasional. Sebuah studi global menyebut Indonesia sebagai negara dengan tingkat flourishing atau kesejahteraan hidup tertinggi di dunia, mengungguli banyak negara maju.

Hasil riset tersebut turut disinggung Presiden Prabowo Subianto dalam Perayaan Natal Nasional di Jakarta, Senin (5/1/2026). Prabowo menyampaikan bahwa survei itu menunjukkan masyarakat Indonesia menjadi yang paling bahagia berdasarkan penilaian global.

Baca Juga : Susu Bayi Nestlé Ditarik dari Peredaran, Orang Tua Diminta Cek Merek dan Nomor Batch

"Baru saja keluar sebuah survei dunia yang dilakukan bersama oleh Harvard University dan Gallup, di mana hampir 200 negara, negara yang rakyatnya setelah ditanya menjawab rakyat tersebut mengalami bahagia, negara yang nomor satu sekarang rakyatnya mengatakan bahagia adalah bangsa Indonesia," ujar Prabowo.

Survei tersebut merupakan bagian dari Global Flourishing Study (GFS), riset kolaboratif antara Harvard University, Baylor University, dan lembaga riset global Gallup. Studi ini menilai kualitas hidup masyarakat di berbagai negara dengan pendekatan yang lebih luas dari sekadar indikator ekonomi.

Prabowo mengaku terharu mendengar hasil tersebut. Ia menyadari bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia masih hidup sederhana dan belum sepenuhnya sejahtera secara ekonomi.

"Tapi kalau ditanya masih mengatakan kalau dia bahagia, ini membingungkan bangsa-bangsa lain, dan mengharukan bagi saya," kata dia.

Meski demikian, Prabowo menegaskan komitmennya untuk terus bekerja meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Ia menyebut kerja keras itu dilakukan bersama jajaran kabinet yang ia pimpin.

"Saya bersama pembantu-pembantu saya bekerja sangat keras, sudah satu tahun kita menerima tugas dari bangsa Indonesia, saya dibantu oleh pembantu-pembantu saya, orang-orang yang harus saya akui adalah orang-orang, putra-putri terbaik bangsa Indonesia," ujarnya.

Dilansir dari laporan Fortune yang terbit Mei 2025 dan dikutip Rabu (7/1/2026), Global Flourishing Study menjelaskan bahwa hidup di negara terkaya bukan satu-satunya syarat untuk mencapai kehidupan yang bermakna dan sejahtera.

Dalam studi tersebut, flourishing didefinisikan sebagai “pencapaian relatif dari kondisi di mana seluruh aspek kehidupan seseorang berjalan baik, termasuk lingkungan tempat ia hidup.”

Untuk menyusun indeks ini, peneliti Harvard dan Baylor menganalisis data Gallup serta survei terhadap lebih dari 200 ribu responden di 22 negara selama lima tahun. Penilaian mencakup kebahagiaan dan kepuasan hidup, kesehatan mental dan fisik, makna dan tujuan hidup, karakter dan nilai kebajikan, serta kualitas hubungan sosial.

Hasilnya, Indonesia sebagai negara berkembang, menempati posisi teratas dengan skor flourishing tertinggi. Di bawah Indonesia menyusul Israel, Filipina, dan Meksiko.

“Sementara banyak negara maju melaporkan tingkat keamanan finansial dan evaluasi kehidupan yang relatif lebih tinggi, negara-negara yang sama ini tidak berkembang dengan cara lain, sering kali melaporkan makna yang lebih rendah, pro-sosialitas, dan kualitas hubungan,” tulis para peneliti.

Salah satu faktor utama yang membuat Indonesia unggul adalah kuatnya keterhubungan sosial. Sekitar tiga perempat responden di Indonesia mengaku rutin menghadiri kegiatan keagamaan setidaknya sekali dalam sepekan. Hal ini dinilai berkontribusi besar terhadap tingginya kualitas hubungan sosial masyarakat.

Baca Juga : Tren Makeup Bronzy ala Jennifer Coppen, Ini Tips Aman bagi Pemula agar Tak Terlihat Cemong

Peneliti juga menyoroti perbandingan Indonesia dengan Jepang dalam konteks pembangunan ekonomi global.
“Indonesia sering kali tidak begitu baik dibandingkan dengan Jepang dalam diskusi mengenai pembangunan internasional, yang disebut sebagai contoh dari apa yang disebut sebagai jebakan pendapatan menengah,” tulis peneliti dalam opini di New York Times. 

“Ini benar, sejauh ini, tetapi penelitian kami menunjukkan bahwa fokus pada pertumbuhan ekonomi hanya menceritakan sebagian dari cerita tersebut,” tambahnya. 

Berbeda dengan World Happiness Report yang menilai apakah seseorang menjalani kehidupan terbaik yang bisa ia bayangkan, studi flourishing melihat kesejahteraan secara lebih menyeluruh, termasuk lingkungan sosial yang mendukung pertumbuhan individu.

“Meskipun istilah 'berkembang' dan 'kesejahteraan' sering digunakan secara bergantian, (negara) berkembang bisa dibilang memiliki konotasi juga memiliki lingkungan itu sendiri yang kondusif untuk pertumbuhan dan menjadi bagian dari perkembangan seseorang,” jelas penulis studi tersebut.

Peneliti juga menegaskan bahwa kekayaan negara bukan faktor penentu utama dalam persepsi masyarakat tentang kesejahteraan hidup.

“Klaim yang dibuat di sini bukanlah pernyataan kausal tentang produk domestik bruto yang menurunkan makna,” tulis mereka. 

“Sebaliknya, hasil yang diinginkan dari sebuah masyarakat mungkin adalah hasil yang memiliki tingkat perkembangan ekonomi yang tinggi dan tingkat makna yang tinggi, dan pertanyaannya adalah bagaimana mencapai hal ini.” tambahnya. 

Studi ini juga menemukan perubahan menarik terkait pola kebahagiaan berdasarkan usia. Kurva kebahagiaan berbentuk U, yang biasanya menunjukkan kepuasan hidup tinggi di usia muda dan tua, kini semakin melemah.

Faktanya, kelompok usia 18 hingga 29 tahun tercatat mengalami tingkat flourishing yang lebih rendah dari perkiraan sebelumnya. Penelitian sebelumnya mengaitkan kondisi ini dengan berbagai faktor, seperti isolasi sosial, tekanan finansial, ketidakstabilan sosial-politik, hingga krisis makna dan arah hidu


Topik

Serba Serbi Indonesia Prabowo Subianto warga Indonesia bahagia Indonesia bahagia



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Surabaya Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya

Serba Serbi

Artikel terkait di Serba Serbi