JATIMTIMES - SMA Negeri 9 Malang kembali menunjukkan keseriusannya di ajang DBL (Development Basketball League) tahun ini dengan mengirimkan tim Niners.
Tidak hanya mengandalkan kekuatan tim basket, sekolah ini juga mengerahkan pasukan pendukung. Ada 800 suporter yang memenuhi tribun dan memberikan dukungan penuh, Rabu, (13/8/2025).
Baca Juga : Sejarah Hari Pramuka 14 Agustus, dari Kepanduan Nasional hingga Resmi Ditetapkan Soekarno
Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan Yoyok Indrawanto menjelaskan bahwa persiapan dimulai sejak tiga bulan lalu, berbarengan dengan penerimaan siswa baru melalui jalur SPMP. Dari tahap ini, pihak sekolah melakukan penjaringan siswa berprestasi dari berbagai cabang, baik akademik maupun non-akademik, untuk memperkuat kontingen DBL.
"Total pemain yang berangkat ada 24 orang, ditambah 12 anggota tim dance. Suporter kami akan memberangkatkan sekitar 800 siswa, meski kapasitas tribun sebenarnya hanya 700. Antusiasme mereka luar biasa," ujar Yoyok.
Persiapan tidak hanya terfokus pada para pemain. Tim pendukung juga menjalani latihan rutin setiap Kamis untuk mematangkan yel-yel, gerakan, dan koreografi. Suporter SMAN 9 Malang memang dikenal kreatif dan kompak, bahkan tahun ini mereka menargetkan gelar Best Supporter.
Sementara itu, tim basket dibimbing oleh pelatih yang merupakan alumni sekolah. Pelatih ini sudah mengantongi lisensi resmi dan juga aktif melatih di Surabaya. Kehadirannya dinilai mampu menciptakan ikatan emosional yang kuat antara pemain, tim kreatif, dan suporter.
"Bonding antara pemain, pelatih, dan suporter sudah terjalin baik. Kami yakin itu akan menjadi kekuatan tambahan saat bertanding," tambah Yoyok.
Manajer Tim Niners Anggi Mega Senja memaparkan bahwa tim basket SMAN 9 dibentuk melalui proses seleksi ketat sejak penerimaan siswa baru. Dari banyaknya pendaftar jalur prestasi, sejumlah siswa diketahui sudah memiliki pengalaman mengikuti kompetisi basket, bahkan ada yang tergabung di klub basket di luar sekolah.
"Begitu siswa baru masuk, kami langsung lakukan seleksi. Dari situ terpilih tim pilihan yang sekarang. Mereka sudah berlatih intens selama 2-3 bulan, dan menjelang pertandingan kami perbanyak sparing," jelas Anggi.
Baca Juga : Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Kabupaten Bandung, Terasa Hingga Pelabuhan Ratu
Tim Niners terdiri dari pemain putra dan putri. Masing-masing berjumlah belasan orang. Tidak semua berasal dari jalur prestasi, sebagian adalah siswa yang memiliki bakat dan ketertarikan kuat di olahraga basket. "Ada yang dari prestasi, ada yang memang suka dan punya potensi, akhirnya kami masukkan ke tim," tambahnya.
Tahun lalu, SMAN 9 Malang sukses menembus delapan besar DBL. Tahun ini, target yang dipasang adalah mempertahankan posisi tersebut agar kembali memiliki kesempatan bertanding di final Surabaya. "Target kami untuk tim adalah big eight dulu. Kalau bisa bertahan di posisi itu seperti tahun lalu, peluang ke final tetap terbuka," jelas Yoyok.
Selain DBL, SMAN 9 Malang juga rutin mengirimkan tim suporter ke berbagai event. Dalam setahun, rata-rata mereka mengikuti hingga empat kompetisi berbeda. Bahkan saat tampil di Polinema, tim suporter mereka mendapatkan apresiasi tinggi berkat kreativitas dan kekompakan.
Regenerasi menjadi tantangan tersendiri karena masa aktif siswa di ekstrakurikuler basket dibatasi hingga kelas XI. Siswa kelas XII yang fokus ujian akhir tidak diperbolehkan terlalu aktif, sehingga tim harus melakukan penjaringan baru setiap tahun. Seleksi dilakukan sejak awal penerimaan siswa baru, terutama mencari yang memiliki prestasi dari berbagai cabang, termasuk seni. SMAN 9 Malang memiliki siswa-siswa berprestasi di bidang seni seperti dalang cilik dan duta budaya Jawa Timur, yang juga menjadi bagian dari kebanggaan sekolah.
Bagi SMAN 9 Malang, DBL bukan hanya kompetisi basket, tetapi juga ajang unjuk gigi dan pembuktian kemampuan siswa di depan publik. Dengan persiapan matang, pelatih berpengalaman, manajemen solid, dan dukungan penuh dari ratusan suporter fanatik, semangat tim basket “Niners” untuk mengukir prestasi tahun ini kian membara.
