JATIMTIMES - Nama atau NIK tiba-tiba tidak lagi tercatat sebagai penerima bantuan sosial (bansos) tentu bisa membuat masyarakat bertanya-tanya. Terlebih jika pencoretan tersebut dikaitkan dengan dugaan aktivitas judi online (judol), sementara yang bersangkutan merasa tidak pernah bermain judi online.
Jika mengalami kondisi tersebut, masyarakat tidak perlu langsung panik. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah memastikan status data dan mengajukan klarifikasi melalui jalur resmi.
Baca Juga : Khutbah Jumat 21 Agustus 2026: Krisis Lingkungan Makin Nyata, Apa Tanggung Jawab Kita sebagai Muslim?
Kementerian Sosial (Kemensos) menyediakan mekanisme perbaikan data melalui pemerintah desa atau kelurahan, Dinas Sosial, serta fitur usul dan sanggah pada Aplikasi Cek Bansos. Kemensos menjelaskan bahwa masyarakat dapat memanfaatkan mekanisme tersebut ketika menemukan ketidaksesuaian data.
NIK Dicatut untuk Judol, Apa yang Harus Dilakukan?
Apabila seseorang merasa tidak pernah terlibat judi online tetapi NIK-nya justru dikaitkan dengan aktivitas tersebut, langkah pertama adalah meminta verifikasi ulang.
Datanglah ke kantor desa atau kelurahan setempat dan sampaikan bahwa data penerima bansos dinilai tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Masyarakat juga dapat meminta bantuan pendamping sosial atau Dinas Sosial untuk mengetahui alasan status bansos berubah.
Jangan lupa membawa dokumen identitas seperti KTP dan Kartu Keluarga (KK). Jika memiliki bukti atau informasi yang menunjukkan adanya penyalahgunaan identitas, dokumen tersebut dapat disiapkan sebagai bahan klarifikasi.
Ajukan Sanggahan melalui Cek Bansos
Masyarakat juga dapat memanfaatkan aplikasi atau layanan resmi Cek Bansos Kemensos.
Kemensos memang menyediakan mekanisme usul-sanggah untuk membantu memperbaiki data sosial yang tidak sesuai. Informasi yang disampaikan masyarakat selanjutnya dapat masuk ke proses verifikasi oleh pemerintah daerah.
Secara umum, langkah yang dapat dilakukan adalah:
1. Buka Aplikasi Cek Bansos Kemensos.
2. Masuk menggunakan akun yang telah terdaftar.
3. Pilih menu yang berkaitan dengan Usul/Sanggah jika tersedia.
4. Sampaikan keberatan sesuai kondisi yang sebenarnya.
5. Lengkapi informasi yang diminta.
6. Lampirkan dokumen atau bukti pendukung jika diperlukan.
7. Periksa kembali data yang dimasukkan.
8. Kirim pengajuan dan tunggu proses verifikasi.
Tampilan serta mekanisme menu pada aplikasi dapat berubah mengikuti pembaruan. Karena itu, masyarakat sebaiknya mengikuti petunjuk yang tersedia pada aplikasi saat pengajuan dilakukan.
Kemensos juga menyebutkan bahwa masyarakat dapat menyampaikan usulan melalui aplikasi Cek Bansos, termasuk melampirkan foto rumah maupun dokumen pelengkap apabila diminta. Selanjutnya, data tersebut diproses melalui pendamping sosial dan pemerintah desa atau kelurahan.
Jangan Hanya Mengandalkan Perubahan Desil
Status bansos tidak hanya berkaitan dengan satu informasi. Data kesejahteraan masyarakat saat ini menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Pada situs resmi Cek Bansos, Kemensos menjelaskan bahwa desil dihitung berdasarkan berbagai variabel sosial ekonomi, antara lain pekerjaan, pendidikan, kondisi rumah, daya listrik dan kepemilikan aset. Desil juga bersifat dinamis dan dapat diperbarui apabila tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Karena itu, jika setelah melakukan sanggah posisi desil belum berubah, bukan berarti laporan otomatis ditolak. Data masih harus melalui proses pemutakhiran dan pemeriksaan.
Baca Juga : 6 Ciri-ciri Orang yang Pandai Berbohong Menurut Psikologi, Bisa Terlihat dari Sikapnya?
Siapkan Data Sebelum Mengajukan Klarifikasi
Agar proses pengecekan lebih mudah, masyarakat sebaiknya menyiapkan data yang berkaitan dengan kondisi keluarga.
Beberapa dokumen dan informasi yang dapat dipersiapkan antara lain:
• KTP dan NIK;
• Kartu Keluarga;
• informasi pekerjaan dan penghasilan;
• jumlah anggota keluarga;
• kondisi tempat tinggal;
• informasi sosial ekonomi keluarga;
• dokumen lain yang relevan jika diminta petugas.
Pastikan semua informasi yang diberikan sesuai dengan keadaan sebenarnya. Jangan memberikan data palsu atau mengubah informasi hanya agar masuk dalam kriteria penerima bantuan.
Data Akan Diverifikasi, Bukan Langsung Aktif Lagi
Pengajuan sanggah tidak otomatis membuat bansos kembali aktif pada saat itu juga.
Data yang disampaikan masyarakat harus melalui proses pemeriksaan dan pemutakhiran. Kemensos sebelumnya menjelaskan bahwa mekanisme perbaikan data melibatkan pemerintah daerah, termasuk proses verifikasi kondisi di lapangan.
Artinya, masyarakat perlu menunggu hasil verifikasi. Jika ditemukan ketidaksesuaian, data dapat diperbaiki sesuai mekanisme yang berlaku.
Setelah data diperbarui, posisi kesejahteraan atau desil dapat dihitung kembali. Situs resmi Cek Bansos juga menjelaskan bahwa desil dapat diperbarui melalui desa/kelurahan dan Dinas Sosial atau melalui aplikasi Cek Bansos berdasarkan kondisi nyata masyarakat.
Cek Status NIK di Situs Resmi
Sebelum mengajukan keberatan, masyarakat juga dapat mengecek status penerima bansos menggunakan NIK melalui situs resmi Cek Bansos Kemensos.
Pengecekan dilakukan dengan memasukkan 16 digit NIK sesuai KTP. Situs tersebut menggunakan DTSEN sebagai sumber data penerima manfaat. Pengecekan dapat dilakukan melalui link : cekbansos.kemensos.go.id
Jika ditemukan informasi yang tidak sesuai, masyarakat dapat melanjutkan dengan mekanisme perbaikan data melalui desa atau kelurahan, Dinas Sosial maupun fitur usul-sanggah yang tersedia.
Jadi, jika NIK dicoret dari bansos karena terindikasi judi online padahal merasa tidak pernah bermain judol, jangan langsung menyerah. Pastikan status data, minta klarifikasi, siapkan dokumen pendukung dan gunakan jalur resmi untuk mengajukan sanggahan. Yang terpenting, seluruh informasi yang diberikan harus sesuai dengan kondisi sebenarnya agar proses verifikasi dapat dilakukan secara tepat.
