Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

UIN Malang Validasi Maba, Cek Ulang Data Mahasiswa Sebelum Masuk Ma’had

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

10 - Aug - 2026, 14:39

Placeholder
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag (kanan) dan Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Maliki Malang, Drs. H. Basri, MA, Ph.D saat melaksanakan validasi data mahasiswa baru (Anggara Sudiongko/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang mulai melakukan validasi mahasiswa baru yang menjadi tahap penting untuk memastikan kesesuaian data sebelum mahasiswa memasuki kehidupan akademik dan Ma’had. Proses yang berlangsung di Gedung Perkuliahan A dan B, Kampus I, pada 10-14 Agustus 2026 itu mencakup sekitar 5.000 an mahasiswa.

Validasi tersebut bukan sekadar pemeriksaan administratif. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag., menjelaskan bahwa proses itu difokuskan pada akurasi data antara pembayaran mahasiswa melalui bank dengan data yang diterima universitas.

3

"Fungsi validasi itu adalah akurasi. Akurasi dari proses pembayaran di bank dengan mahasiswa yang akan masuk ke Ma'had," kata Triyo, Senin, (10/8/2026).

Baca Juga : Profil 8 Nama Calon Ketum PBNU Jelang Muktamar Ke-35, Siapa Paling Kuat?

Menurut dia, pengecekan dilakukan untuk memastikan data yang berasal dari proses pembayaran di bank sesuai dengan data mahasiswa yang masuk ke sistem kampus. Karena itu, validasi menjadi kegiatan rutin untuk melakukan pengecekan ulang terhadap data yang telah ada.

Triyo menegaskan proses tersebut tidak diarahkan untuk menentukan benar atau salahnya data mahasiswa. Titik persoalannya adalah memastikan data yang digunakan universitas memiliki tingkat akurasi yang sesuai dengan data pembayaran.

Secara kuantitatif, jumlah mahasiswa yang mengikuti proses validasi berada di kisaran 5.000-an mahasiswa. Besarnya jumlah tersebut membuat proses pengecekan menjadi bagian penting sebelum mahasiswa memasuki rangkaian kehidupan akademik dan Ma’had.

Gambaran besarnya jumlah mahasiswa baru juga terlihat dari aktivitas di Kampus I selama proses validasi. Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Maliki Malang, Drs. H. Basri, MA, Ph.D., melihat jumlah kendaraan yang datang sebagai salah satu indikator tingginya mahasiswa yang melakukan registrasi ulang.

2

Basri memperkirakan lebih dari 90 persen mahasiswa baru yang diterima UIN Malang telah melakukan registrasi ulang.

"Saya tidak tahu persis secara nilai-nilai kuantitatifnya, tapi insya Allah lebih dari 90 persen kita ini daftar ulang," ujarnya.

Menurut Basri, angka tersebut menunjukkan bahwa fenomena mahasiswa yang telah diterima tetapi tidak melanjutkan proses daftar ulang tidak terjadi secara besar di UIN Malang.

Arus kedatangan juga tidak hanya diisi mahasiswa. Sejumlah mahasiswa datang bersama rombongan keluarga. Dalam satu kasus yang diamati Basri, seorang mahasiswa bahkan diantar enam hingga tujuh anggota keluarga.

Kehadiran keluarga dalam jumlah besar tersebut, menurut Basri, memperlihatkan bahwa proses masuk perguruan tinggi menjadi perhatian bersama keluarga. Orang tua tidak hanya mengantar anak melakukan proses administrasi, tetapi juga ingin melihat secara langsung kampus, fasilitas, lingkungan pendidikan, dan pelayanan yang disiapkan bagi mahasiswa.

Setelah proses validasi, mahasiswa baru akan memasuki kehidupan Ma’had dengan pola yang juga tengah disesuaikan UIN Malang. Basri mengatakan kesiapan fasilitas menjadi bagian yang telah dipantau pimpinan secara langsung.

3

Kebutuhan utama seperti kasur dan toilet telah disiapkan. Pembenahan fasilitas dilakukan secara bertahap untuk menyesuaikan kebutuhan mahasiswa yang jumlahnya mencapai ribuan.

Namun, kesiapan Ma’had tidak hanya berkaitan dengan fasilitas fisik. UIN Malang juga mengubah pola pembelajaran mahasiswa di Ma’had, terutama pelaksanaan Program Khusus Pengembangan Bahasa Arab atau PKPBA.

Sebelumnya, PKPBA berlangsung pada pukul 02.00 hingga 05.00. Pada tahun ini, waktunya digeser menjadi sekitar pukul 06.00 atau 06.30 hingga 09.00 atau 09.30. Durasi pembelajaran tetap sekitar tiga jam, tetapi ditempatkan pada pagi hari.

Basri mengatakan perubahan tersebut dilakukan setelah mempertimbangkan kebutuhan mahasiswa terhadap waktu istirahat, ibadah, makan, dan pengerjaan tugas.

"Perubahan tidak sekadar berubah, tapi perubahan menuju kemaslahatan. Kemaslahatan itu yang paling utama adalah mahasiswa," ujarnya.

Dengan jadwal baru, mahasiswa setelah salat Subuh dapat mempersiapkan diri sebelum mengikuti pembelajaran Bahasa Arab. Aktivitas perkuliahan kemudian diarahkan selesai sekitar pukul 16.00. Setelah itu mahasiswa memiliki waktu untuk beristirahat, makan, membeli kebutuhan, menjalankan ibadah, atau mengambil waktu tidur sejenak.

Baca Juga : UB Ubah Wajah PKKMB: Mahasiswa Baru Disiapkan Hadapi AI, Krisis Mental hingga Dunia Global

Pada malam hari, kegiatan taklim setelah Maghrib tetap berlangsung. Salat Maghrib berjamaah sekitar pukul 17.30 dilanjutkan taklim hingga sekitar pukul 19.30. Setelah salat Isya berjamaah, mahasiswa memperoleh waktu hingga sekitar pukul 22.00 bahkan 23.00 untuk menyelesaikan tugas perkuliahan.

Basri menilai ruang tersebut diperlukan karena karakter tugas mahasiswa berbeda-beda. Ia menyebut mahasiswa di bidang teknologi informasi, teknik, kedokteran, dan farmasi menghadapi tantangan tugas yang relatif lebih besar dibandingkan sejumlah bidang ilmu sosial.

Ia menegaskan hal itu bukan berarti satu disiplin ilmu lebih tinggi daripada yang lain.

"Semua ilmu itu sama, tergantung pada passion, minat kita. Tapi memang tugas itu lebih menantang di beberapa bidang," katanya.

Perubahan jadwal tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menggeser pola lama. Basri mengakui perubahan dapat menimbulkan reaksi karena mahasiswa maupun lingkungan kampus membutuhkan waktu untuk beradaptasi.

"Change is noisy," ujarnya.

Menurut Basri, kecenderungan mempertahankan pola yang sudah nyaman merupakan salah satu tantangan dalam perubahan. Karena itu, ia menilai perubahan perlu tetap dilakukan apabila memiliki tujuan yang lebih besar bagi mahasiswa.

Sementara itu, kehidupan Ma’had yang akan dijalani mahasiswa baru juga mencakup aktivitas akademik dan spiritual. Triyo mengatakan kehidupan di Ma’had tidak hanya berkaitan dengan kehidupan bersama, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan kebiasaan mahasiswa selama satu tahun.

Aktivitas ibadah mulai dari Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib hingga Isya menjadi bagian dari kehidupan yang dikondisikan selama mahasiswa berada di Ma’had.

Triyo juga membuka kemungkinan mahasiswa yang telah menyelesaikan masa satu tahun untuk kembali mendaftar sebagai musyrif atau musyrifah. Mereka yang berminat bahkan dapat menjalankan peran tersebut hingga menyelesaikan pendidikan empat tahun.

Musyrif dan musyrifah nantinya berperan sebagai teman sejawat sekaligus pendamping bagi mahasiswa yang berada di bawah pendampingannya.

Dari sisi mobilitas, mahasiswa baru yang ditempatkan di Ma’had Kampus II akan mendapat layanan shuttle menggunakan kendaraan, termasuk HiAce. Layanan serupa disiapkan untuk mahasiswa yang menuju Ma’had Kampus III. Sementara mahasiswa yang ditempatkan di Ma’had Kampus I dapat langsung menuju lokasi Ma’had di area tersebut.

Shuttle tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa baru, sedangkan keluarga dapat menuju lokasi Ma’had secara mandiri.

Selain validasi data dan kesiapan fasilitas, UIN Malang juga mulai memperhatikan aspek psikologis mahasiswa. Triyo menyebut Fakultas Farmasi dan Fakultas Kedokteran telah melakukan tes psikologi terhadap mahasiswa mereka untuk mengetahui kondisi dan perkembangan psikologis. Fakultas lainnya dapat melakukan pemantauan sesuai kebutuhan mahasiswa masing-masing.

Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa proses validasi menjadi pintu masuk sebelum mahasiswa baru menjalani tahapan berikutnya di UIN Malang. Setelah data pembayaran dan data mahasiswa dipastikan akurat, universitas kemudian menyiapkan kebutuhan yang mengikuti jumlah mahasiswa tersebut, mulai dari tempat tinggal di Ma’had, mobilitas menuju lokasi Ma’had, pola pembelajaran, hingga pemantauan perkembangan mahasiswa.


Topik

Pendidikan UIN Malang UIN Maliki Malang Validasi Maba Mahasiswa Baru Mahasiswa UIN Malang Ma’had



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Surabaya Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan