JATIMTIMES - Zita Anjani, utusan khusus presiden bidang kepariwisataan, Sabtu (25/7/2026) hadir dan ikut membuka event Wonderful Archipelago Carnaval Indonesia (WACI) dalam Jember Fashion Carnival 2026.
Dalam sambutannya, Zita Anjani menyebut bahwa Jember dengan JFC-nya merupakan pioner kota karnaval di Indonesia dan telah memberi banyak inspirasi bagi kota-kota lain di Indonesia.
Baca Juga : Ketahanan Pangan Masih Bergantung Impor, Dokter Hewan Desak Regulasi Tak Berhenti di Atas Kertas
"Jember lewat JFC-nya sudah menjadi pioner sebagai kota karnaval dunia di Indonesia. Dari Jember, banyak kota lain yang akhirnya mengikuti jejaknya. Dan kami harus mengucapkan terima kasih untuk Jember," ujar Zita Anjani.
Sebagai utusan khusus presiden di bidang kepariwisataan, Zita Anjani menyampaikan bahwa di event JFC ini, pemerintah hadir dan men-support untuk mengembangkan event yang sudah menjadi agenda internasional.
"JFC sudah berlangsung selama dua dekade. Saya sendiri sudah dua kali melihat JFC secara langsung. Di sini muncul kreativitas dan talenta yang luar biasa. Untuk bisa bertahan sejauh ini, tidak mudah tanpa didasari semangat dan kreativitas yang tinggi," ujarnya.
Sedangkan Bupati Jember Muhammad Fawait menyebut bahwa JFC memberi dampak yang sangat luar biasa untuk perekonomian warga Jember. Banyak perputaran uang selama event JFC berlangsung.
"Dampaknya sangat luar biasa. Ada perputaran uang yang cukup signifikan selama event berlangsung, okupansi hotel meningkat, restoran dan juga pedagang UMKM omzetnya mengalami peningkatan hingga 100 persen lebih," jelasnya.
Baca Juga : Komisi VII DPR RI Dorong Jember Fashion Carnaval Masuk Agenda Karnaval Dunia
Sebagai pemangku kebijakan di Kabupaten Jember, bupati akan menggelar event-event serupa lebih sering sehingga pertumbuhan ekonomi di Jember terus mengalami kemajuan. "Kami akan mengkaji dan mengajak yayasan JFC, untuk menggelar event seperti ini, satu bulan atau tiga bulan sekali. Apalagi Jember sudah dinobatkan sebagai kota karnaval," jelasnya.
JFC 2026 sendiri mengambil tema HEAL yang merupakan akronim dari Humanity, Earth, and Life. Tema ini mengajak masyarakat merenungkan pemulihan hubungan antara manusia, bumi, dan kelangsungan hidup melalui seni.
