Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Tak Berhenti pada Santunan, BPJS Ketenagakerjaan Dorong Ahli Waris Mandiri lewat Program PEKA

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

20 - Jul - 2026, 19:36

Placeholder
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama jajaran BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan secara simbolis manfaat jaminan sosial kepada ahli waris. Melalui Program PEKA, BPJS Ketenagakerjaan dan Pemkab Banyuwangi mendorong penerima manfaat memanfaatkan santunan sebagai modal produktif untuk membangun kemandirian ekonomi keluarga. (Foto: BPJS Ketenagakerjaan)

JATIMTIMES – Perlindungan jaminan sosial bagi pekerja kini diarahkan melampaui pembayaran santunan ketika risiko terjadi. BPJS Ketenagakerjaan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menghadirkan Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA), sebuah skema pemberdayaan yang mendorong ahli waris penerima manfaat mengembangkan santunan menjadi modal produktif untuk membangun sumber penghasilan baru.

Program tersebut digelar di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Banyuwangi, Jumat (17/7/2026). Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani hadir dalam kegiatan yang diikuti 100 penerima manfaat tersebut.

Baca Juga : Bupati Gresik Cup 2026 Digelar, Bidik Atlet Muda Berlaga di Porprov hingga SEA Games

Berkolaborasi dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi, peserta dibekali berbagai keterampilan kewirausahaan. Materinya mencakup pengembangan produk, pengemasan, strategi pemasaran, digitalisasi usaha, hingga peningkatan daya saing UMKM.

Program ini berangkat dari tantangan yang kerap muncul setelah keluarga pekerja kehilangan pencari nafkah. Santunan memang menjadi bantalan ekonomi ketika risiko terjadi. Namun, tanpa pengelolaan yang tepat, manfaat tersebut dapat terserap untuk kebutuhan sehari-hari tanpa menciptakan sumber pendapatan baru bagi keluarga.

Santunan Didorong Menjadi Modal Produktif

Ipuk

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat mengatakan, PEKA menjadi bagian dari komitmen menghadirkan Value Beyond Protection. Perlindungan tidak berhenti ketika manfaat dibayarkan kepada peserta atau ahli waris, tetapi berlanjut dengan pemberdayaan agar keluarga pekerja mampu membangun kembali kemandirian ekonominya.

Menurut Saiful, secara regulasi tugas BPJS Ketenagakerjaan telah ditunaikan ketika manfaat disalurkan. Namun, ada tanggung jawab moral untuk mendorong agar manfaat tersebut menjadi bekal membangun masa depan keluarga.

“Kami ingin memastikan manfaat yang diterima tidak berhenti sebagai uang tunai. Jangan sampai santunan yang nilainya bisa puluhan bahkan ratusan juta rupiah habis hanya untuk kebutuhan konsumtif. Kami ingin manfaat itu menjadi modal produktif agar penerima manfaat bisa kembali berusaha, memperoleh penghasilan, dan melanjutkan kehidupan keluarganya dengan lebih baik,” ujar Saiful.

PEKA dijalankan dengan konsep 3P, yakni Pelatihan, Produktif, dan Profit. Peserta tidak hanya mengikuti pelatihan, tetapi juga mendapat pendampingan untuk mengembangkan usaha hingga mampu menghasilkan pendapatan.

BPJS Ketenagakerjaan selanjutnya akan membuka koneksi peserta dengan mitra strategis, termasuk sektor perbankan dan ekosistem usaha. Langkah tersebut diharapkan memperluas akses terhadap pembiayaan, pengembangan usaha, hingga pasar.

Tak Sekadar Pelatihan, Peserta Didampingi Bangun Usaha

Saiful

Program PEKA dirancang dengan indikator keberhasilan yang terukur. BPJS Ketenagakerjaan menargetkan sedikitnya 10 persen peserta pada setiap angkatan mampu menjalankan usaha produktif dalam waktu tiga bulan.

Untuk mengejar target itu, perkembangan peserta akan dipantau dan dievaluasi secara berkala bersama mitra. Pendampingan menjadi elemen penting agar pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterjemahkan menjadi kegiatan ekonomi nyata.

“Kami tidak ingin pelatihan selesai hanya dengan pemberian sertifikat. Seluruh peserta akan kami tracking, kami dampingi, dan kami evaluasi bersama mitra agar benar-benar menjadi pelaku usaha yang produktif,” kata Saiful.

Menurut dia, ukuran keberhasilan PEKA bukan terletak pada banyaknya pelatihan yang diselenggarakan, melainkan jumlah penerima manfaat yang mampu bangkit dan mandiri secara ekonomi.

Ketika ahli waris mampu membangun usaha dan memperoleh sumber penghasilan baru, manfaat jaminan sosial memiliki efek yang lebih panjang. Santunan tidak hanya menjadi penyangga keluarga saat menghadapi risiko, tetapi juga dapat melahirkan pelaku usaha baru yang ikut menggerakkan perekonomian daerah.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Banyuwangi Ocky Olivia menegaskan, semangat tersebut sekaligus menunjukkan transformasi layanan BPJS Ketenagakerjaan yang bergerak melampaui perlindungan standar atau beyond protection.

Baca Juga : Petani dan Seniman Bunga Bakal Dilibatkan untuk Percantik Wajah Taman Kota Batu

“Kami tegaskan bahwa komitmen kami tidak berhenti sampai di situ. Di bawah semangat transformasi layanan yang melampaui perlindungan standar atau beyond protection, kami dengan bangga menghadirkan Program PEKA di wilayah kerja Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Banyuwangi,” ujar Ocky.

Melalui PEKA, penerima manfaat mendapatkan pelatihan keterampilan berwirausaha, literasi keuangan, serta pendampingan usaha secara intensif. Dengan skema tersebut, santunan diharapkan dapat dikelola menjadi modal produktif yang menciptakan kemandirian ekonomi baru.

“Bapak dan Ibu peserta PEKA tidak berjalan sendiri. Negara hadir bersama mereka untuk bangkit dan kembali produktif. Bersama BPJS Ketenagakerjaan, kami ingin membangun kemandirian ekonomi keluarga yang sejahtera dan berkelanjutan,” kata Ocky.

Kolaborasi Perkuat Upaya Pengentasan Kemiskinan

Peka

Semangat PEKA BPJS Ketenagakerjaan sejalan dengan program unggulan Pemkab Banyuwangi yang juga bernama PEKA atau Perempuan Kepala Rumah Tangga. Program daerah tersebut memberikan dukungan peralatan usaha kepada perempuan kepala keluarga melalui dukungan APBD hingga tingkat desa.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, kehilangan pencari nafkah akibat meninggal dunia maupun risiko sosial ekonomi lainnya dapat membuat sebuah keluarga jatuh ke dalam kemiskinan. Karena itu, jaminan sosial menjadi instrumen penting untuk menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga ketika risiko terjadi.

Dampaknya, menurut Ipuk, akan semakin kuat jika pembayaran manfaat diikuti pemberdayaan yang membantu keluarga kembali produktif.

“Kami sangat mengapresiasi Program PEKA karena tidak berhenti pada penyaluran santunan, tetapi juga membekali penerima manfaat agar bangkit kembali melalui kewirausahaan. Ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam menekan angka kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat,” kata Ipuk.

Kesamaan semangat kedua program membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara Pemkab Banyuwangi dan BPJS Ketenagakerjaan. Di tengah keterbatasan kapasitas fiskal daerah, sinergi lintas lembaga menjadi penting untuk memperluas jangkauan perlindungan sekaligus memperkuat efektivitas program pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan.

“Jangan takut memulai. Terus belajar, terus bekerja, dan terus berinovasi. Jadikan pelatihan ini sebagai modal untuk membangun usaha yang lebih baik sehingga manfaat yang diterima hari ini benar-benar menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih sejahtera,” ujar Ipuk.

Melalui PEKA, BPJS Ketenagakerjaan memperluas perlindungan dari sekadar pembayaran santunan menuju pemberdayaan ekonomi. Bersama pemerintah daerah dan mitra strategis, program ini mendorong keluarga pekerja memanfaatkan santunan sebagai modal untuk kembali produktif, mandiri, dan membangun ekonomi yang berkelanjutan.


Topik

Peristiwa Santunan BPJS Ketenagakerjaan Ahli Waris Mandiri Program PEKA



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Surabaya Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa