Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Wali Kota Blitar Dukung E-Sports dan Industri Kopi sebagai Peluang Masa Depan Pemuda

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

25 - Apr - 2026, 13:20

Placeholder
Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin (tengah) menjadi pembicara dalam talkshow “Kopi, Ngopi dan Mimpi: Meracik Asa di Tiap Cangkir” di Kantor Diskominfotik Kota Blitar, Jumat (24/4/2026). Kegiatan tersebut membahas potensi industri kopi dan pengembangan e-sports sebagai peluang masa depan generasi muda.(Foto: Aunur Rofiq/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Pemerintah Kota Blitar terus mendorong ruang tumbuh bagi generasi muda melalui penguatan ekonomi kreatif dan pengembangan bakat digital. Komitmen itu ditunjukkan lewat gelaran talkshow bertajuk “Kopi, Ngopi dan Mimpi: Meracik Asa di Tiap Cangkir” yang digelar di Kantor Diskominfotik Kota Blitar, Jumat (24/4/2026) malam.

Kegiatan yang dihadiri langsung Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin tersebut memadukan dua sektor yang tengah berkembang pesat di kota ini, yakni industri kopi dan e-sports. Pemerintah menilai keduanya memiliki potensi besar dalam membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, sekaligus menjadi wadah aktualisasi anak muda.

Baca Juga : Daftar Sekolah Rakyat di Jawa Timur 2026/2027 Lengkap dengan Syarat dan Cara Daftarnya

Industri Kopi Tumbuh Pesat

Dalam sesi talkshow, host Toni memaparkan perkembangan bisnis kopi di Kota Blitar yang dinilai sangat menjanjikan. Berdasarkan data tahun 2026, jumlah coffee shop atau kedai kopi yang terdata di Kota Blitar mencapai 107 unit usaha.

Tak hanya bertambah dari sisi jumlah, sektor ini juga memberi dampak ekonomi nyata. Industri kopi disebut telah menyerap sekitar 735 tenaga kerja. Sementara kebutuhan bahan baku kopi mencapai 107 kilogram per hari.

“Ini menunjukkan bahwa usaha kopi bukan sekadar tren gaya hidup, tetapi sudah menjadi bagian dari pergerakan ekonomi lokal,” ujar Toni dalam paparannya.

Ia menambahkan, Kota Blitar dinilai memiliki posisi strategis untuk pengembangan usaha kopi. Selain didukung lokasi kota yang mudah dijangkau, harga sewa maupun biaya usaha dinilai relatif kompetitif sehingga menarik minat pelaku usaha baru.

Ngopi

Peluang Masih Terbuka Lebar

Founder De Classe Gelato, Taufandana, menilai pertumbuhan bisnis kopi di Kota Blitar masih akan terus meningkat. Menurut dia, pasar penikmat kopi masih sangat terbuka dan akan terus bertambah.

“Kalau melihat tren sekarang, jumlah kedai kopi masih bisa bertambah lagi. Potensi peminum kopi masih naik. Selalu ada penikmat kopi baru,” katanya.

Ia menyebut perubahan gaya hidup masyarakat, terutama kalangan muda, menjadikan coffee shop tidak hanya tempat minum kopi, tetapi juga ruang diskusi, bekerja, hingga membangun jejaring usaha.

Karena itu, menurut dia, pelaku usaha perlu terus meningkatkan kualitas produk, pelayanan, dan kenyamanan tempat agar mampu bersaing sehat di tengah pertumbuhan pasar.

Budaya Ngopi Gerakkan Ekonomi

Pandangan serupa disampaikan Ketua Umum ASIDEWI (Asosiasi Desa Wisata Indonesia), Andi Yuwono. Ia menilai kopi memiliki makna sosial yang kuat di tengah masyarakat.

“Kopi itu simbol ekspresi. Kopi juga menjadi magnet untuk menumbuhkan budaya berkumpul dan berdiskusi,” ujarnya.

Menurut Andi, keberadaan warung kopi atau kedai sederhana sekalipun bisa memunculkan efek ekonomi berantai. Dari satu usaha kecil, lahir kebutuhan tenaga kerja, pembelian bahan baku, aktivitas distribusi, hingga perputaran ekonomi lingkungan sekitar.

“Kalau budaya ngopi tumbuh, ekonomi lokal ikut bergerak. Turunannya banyak sekali,” katanya.

Ia menilai Kota Blitar berpeluang menjadi salah satu barometer budaya ngopi di Jawa Timur jika mampu mengangkat kebanggaan lokal atau local pride. Salah satunya dengan menghadirkan ragam kopi nusantara dan memperluas akses masyarakat terhadap produk kopi berkualitas dengan harga terjangkau.

Wali Kota: Dari Meja Kopi Lahir Ide Besar

Dalam sambutannya, Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin menyampaikan bahwa budaya ngopi di Kota Blitar bukan sekadar kebiasaan minum kopi, melainkan sudah menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat.

“Di Kota Blitar, ngopi bukan sekadar aktivitas minum kopi, tetapi telah menjadi bagian dari budaya. Dari meja kopi sering kali lahir ide-ide besar, diskusi sederhana menjadi solusi, dan jalinan persaudaraan semakin erat,” ujarnya.

Baca Juga : Lucas Resmi Tinggalkan SM Entertainment, Akhiri Perjalanan 8 Tahun Sejak Debut NCT

Mas Ibin mengatakan, filosofi meracik kopi sejalan dengan upaya membangun masa depan. Semua membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan konsistensi.

“Seperti halnya meracik kopi, membangun mimpi, termasuk menjadi atlet e-sports profesional atau kreator digital, membutuhkan kesabaran dan konsistensi,” katanya.

Ibin

E-Sports Bukan Sekadar Bermain Game

Pada kesempatan itu, Wali Kota juga menegaskan dukungan Pemkot Blitar terhadap perkembangan e-sports melalui fasilitasi kegiatan kepemudaan dan kompetisi digital.

Menurut dia, pandangan lama bahwa bermain game hanya membuang waktu perlu diluruskan. Saat ini, e-sports telah berkembang menjadi cabang olahraga resmi yang menuntut kemampuan serius.

“E-sports adalah prestasi. Ini cabang olahraga resmi yang membutuhkan disiplin dan mental juara,” tegasnya.

Selain itu, e-sports juga menjadi bagian dari ekonomi kreatif modern yang membuka peluang profesi baru, mulai dari atlet profesional, pelatih, penyelenggara turnamen, komentator, kreator konten, hingga industri pendukung lainnya.

“Di balik layar, ada peluang industri yang besar bagi anak muda Blitar,” ujar Mas Ibin.

Ia menambahkan, e-sports juga menanamkan nilai sportivitas. Generasi muda dilatih menang dengan rendah hati dan menerima kekalahan dengan lapang dada.

Kompetisi E-Football Meriah

Dalam rangkaian acara tersebut juga digelar final Clash E-Football PC yang diikuti para pegiat e-sports lokal. Pertandingan berlangsung meriah dan disambut antusias peserta maupun penonton.

Tim Setda JR tampil sebagai juara setelah menaklukkan Mejikom Sakti Perpus dengan skor telak 6-1 di partai final.

Wali Kota mengapresiasi semangat para finalis dan berharap kompetisi serupa terus digelar untuk menyalurkan bakat generasi muda ke arah positif dan produktif.

“Kita buktikan bahwa pemuda Kota Blitar tidak hanya akrab dengan budaya ngopi, tetapi juga mampu beraksi dan berprestasi dalam mewujudkan mimpi,” tandasnya.

Ruang Tumbuh Anak Muda

Melalui kolaborasi antara industri kopi dan e-sports, Pemerintah Kota Blitar ingin menghadirkan ruang tumbuh baru bagi anak muda. Satu sisi, sektor kopi mendorong kewirausahaan dan penciptaan lapangan kerja. Di sisi lain, e-sports membuka jalan menuju prestasi dan ekonomi digital.

Langkah ini menjadi bagian dari visi pembangunan kota yang memberi ruang kreativitas, memperkuat ekonomi lokal, dan menyiapkan generasi muda yang adaptif terhadap perubahan zaman. Dengan semangat itu, Kota Blitar terus bergerak menjadi kota yang ramah inovasi dan penuh peluang.


Topik

Pemerintahan Pemkot Blitar Kota Blitar Wali Kota Blitar Mas Ibin e-sports usaha kopi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Surabaya Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan