Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

BRUS Jadi Ujung Tombak Transformasi KUA dalam Membentuk Karakter Remaja

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

25 - Mar - 2026, 18:46

Placeholder
Gerakan dalam mensosialisasikan BRUS di salah satu sekolah di Kota Malang belum lama ini (ist)

JATIMTIMES - Bimbingan Remaja Usia Sekolah atau BRUS kini menjadi wajah baru transformasi layanan Kantor Urusan Agama (KUA) yang lebih progresif dan menyentuh langsung generasi muda. Program ini tidak lagi dipandang sebagai kegiatan pelengkap, melainkan instrumen utama dalam membangun fondasi karakter remaja di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks.

Melalui inisiatif The Most KUA atau Move for Sakinah Maslahat, BRUS digerakkan secara luas di Jawa Timur dengan pendekatan yang adaptif. Di Kota Malang, program ini menjangkau sekitar 1.700 pelajar yang terlibat aktif, menunjukkan bahwa ruang pembinaan seperti ini memang dibutuhkan dan mendapat respons positif dari kalangan siswa.

Baca Juga : Kisah Sumayyah, Syahidah Pertama dalam Islam yang Teguh di Tengah Siksaan

BRUS dirancang bukan sekadar menyampaikan materi keagamaan, tetapi menghadirkan pengalaman belajar yang membentuk kesadaran diri. Fokus utamanya adalah membangun kontrol diri, memperkuat nilai moral, serta membekali remaja agar mampu mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari.

BRUS, dalam pandangan Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang Gus Shampton, merupakan langkah konkret dalam memperkuat literasi moral generasi muda. Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun kesadaran tentang batasan, tanggung jawab, dan arah hidup.

“Kami berharap melalui BRUS ini, anak-anak mendapatkan pengetahuan sekaligus kendali dalam pergaulan masa mudanya,” tegasnya belum lama ini. 

Ia menggambarkan perempuan sebagai porselen yang bernilai tinggi. Sekali retak, sulit kembali seperti semula. Karena itu, menurutnya, pembinaan sejak dini menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

Pendekatan BRUS sendiri diarahkan sebagai langkah preventif. Masalah tidak ditunggu muncul, tetapi diantisipasi sejak awal melalui edukasi yang terstruktur dan menyentuh sisi psikologis remaja. Di sinilah BRUS memainkan peran strategis sebagai jembatan antara kebutuhan generasi muda dan fungsi edukatif KUA.

Secara lebih luas, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Dr. H. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I, menegaskan bahwa BRUS adalah bagian dari perubahan besar dalam cara KUA menjalankan perannya. Tidak lagi pasif, tetapi aktif menjangkau dan membina masyarakat, khususnya kalangan remaja.

“Anak-anak kita hari ini adalah generasi penerus bangsa, calon pengganti kita, bahkan calon tokoh dunia. Penghulu dan penyuluh harus jemput bola, datang membimbing dan mendidik mereka melalui BRUS,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa pembinaan tidak berhenti pada usia sekolah, tetapi perlu dilanjutkan hingga fase kesiapan menikah melalui program lanjutan. Menurutnya, kekuatan bangsa berakar dari keluarga yang kokoh, dan keluarga yang kuat lahir dari generasi yang dipersiapkan dengan baik.

Baca Juga : Pendaftaran UTBK SNBT 2026 Resmi Dibuka 25 Maret, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Kepala SMKN 1 Kota Malang, Andri Kusdarmanto, melihat BRUS sebagai jawaban atas kegelisahan yang muncul di lingkungan pendidikan. Ia menilai berbagai persoalan remaja saat ini tidak bisa disikapi dengan pendekatan biasa, tetapi membutuhkan sentuhan pembinaan yang lebih mendalam.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi trigger, menjadi obat yang memberi pencerahan bagi anak-anak kami,” ujarnya.

Ia juga menyoroti komposisi peserta didik yang didominasi perempuan. Kondisi ini, menurutnya, semakin menegaskan pentingnya penguatan nilai-nilai moral dan spiritual agar siswa memiliki kemampuan mengendalikan diri dalam pergaulan maupun dalam merancang masa depan.

BRUS di Kota Malang memperlihatkan bagaimana program ini bekerja sebagai investasi jangka panjang. Bukan sekadar agenda formal, tetapi proses pembentukan karakter yang berkelanjutan. Remaja tidak hanya diberi pengetahuan, tetapi juga diarahkan untuk memiliki kesadaran diri, ketahanan moral, dan visi masa depan.

Dalam konteks perubahan zaman yang cepat dan penuh tantangan, BRUS hadir sebagai pendekatan yang relevan. Program ini menegaskan bahwa membangun generasi tidak cukup dengan nasihat, tetapi membutuhkan pendampingan yang nyata, terarah, dan menyentuh akar persoalan.


Topik

Pendidikan BRUS KUA Transformasi KUA Bimbingan Remaja Usia Sekolah Karakter Remaja



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Surabaya Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan