JATIMTIMES – Tanggal 10 Maret 2026 bertepatan dengan Selasa Legi dalam penanggalan Jawa. Hari ini berada pada Wuku Wayang dengan neptu 8, bersamaan dengan 21 Pasa 1959 Jawa serta 20 Ramadan 1447 Hijriah.
Perpaduan weton dan wuku tersebut menggambarkan karakter pekerja keras dengan cita-cita tinggi. Dalam tradisi perhitungan Jawa, Selasa Legi sering dihubungkan dengan pribadi yang rajin, bersemangat untuk maju, serta memiliki tekad kuat dalam mencapai tujuan hidup.
Baca Juga : Mas Dhito Beri hadiah Belanja Gratis Bagi 10 Kader PKK Pengabdian 30 Tahun Lebih
Selasa Legi dikenal memiliki budi pekerti baik dan semangat kerja yang tinggi. Karakter ini cenderung tidak mudah puas dengan keadaan sehingga selalu berusaha mencari peluang untuk berkembang. Sikap mandiri juga menjadi salah satu ciri yang menonjol.
Meski demikian, ada sisi lain yang perlu diperhatikan. Karakter Selasa Legi terkadang cukup keras dalam mempertahankan pendapat.
Keinginan untuk menang sendiri serta kebiasaan mencampuri urusan orang lain dapat memicu konflik jika tidak disikapi dengan bijak. Rasa cemburu juga dapat muncul dalam situasi tertentu.
Dalam hitungan pangarasan, Selasa Legi berada pada Lakuning Geni. Filosofi ini menggambarkan sifat seperti api yang penuh semangat sekaligus mudah tersulut emosi. Watak tersebut membuatnya berani mengambil keputusan, tetapi juga perlu belajar mengendalikan amarah agar tidak merugikan diri sendiri.
Sementara dalam perhitungan Pancasuda, Selasa Legi termasuk Wasesa Segara. Maknanya diibaratkan seperti lautan yang luas dan lapang. Karakter ini mencerminkan sikap yang mampu menahan diri saat menghadapi pujian maupun kritik.
Sifat pemurah, pemaaf, serta tanggung jawab juga menjadi bagian dari karakter positifnya. Dalam tradisi Jawa, weton ini juga sering dikaitkan dengan peluang rezeki yang cukup baik jika dijalani dengan kerja keras dan ketekunan.
Hari ini juga berada dalam Wuku Wayang yang dilambangkan oleh Bathari Sri. Wuku ini dikenal sebagai simbol kecukupan sandang dan pangan serta sikap dermawan kepada sesama.
Karakter yang muncul dalam wuku ini menggambarkan pribadi yang berhati sejuk, sabar, serta pandai berbicara sehingga mudah disukai banyak orang. Kehidupannya cukup sering terlihat dari luar, meski terkadang cenderung diperlihatkan kepada lingkungan sekitar.
Simbol pohon cempaka dalam Wuku Wayang melambangkan pribadi yang dicintai banyak orang. Sementara burung ayam hutan menggambarkan sosok yang menarik perhatian, dipercaya oleh atasan, serta memiliki pembawaan yang sigap dan berwibawa.
Baca Juga : Kegiatan Hari Pers Nasional di Lamongan, Dinilai Banyak Manfaat Bagi Masyarakat
Karakter dalam wuku ini juga diibaratkan seperti pelita yang menerangi langit dan bumi. Maknanya berkaitan dengan pengetahuan yang luas serta kemampuan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Namun kelebihan tersebut terkadang menimbulkan rasa iri dari orang lain.
Selama Wuku Wayang berlangsung, terdapat pantangan untuk menghindari aktivitas yang berkaitan dengan memanjat atau pekerjaan yang mengarah ke tempat tinggi.
Secara khusus, Selasa Legi pada Wuku Wayang dikenal sebagai hari Anggarayang, yakni Selasa yang jatuh pada wuku tersebut. Dalam tradisi Jawa, hari ini dianggap kurang baik untuk melakukan pekerjaan penting seperti pernikahan.
Meski demikian, hari ini tidak selalu membawa pertanda buruk dalam aktivitas lain. Perjalanan yang dilakukan pada hari ini dipercaya berpotensi membawa kemudahan mendapatkan makanan atau rezeki. Namun dalam beberapa keadaan, hasilnya juga bisa sebaliknya sehingga tetap perlu kehati-hatian.
Dalam dunia pekerjaan, karakter Selasa Legi cocok berkecimpung di bidang yang membutuhkan kepemimpinan dan tanggung jawab. Profesi seperti wirausaha, pengajar, tenaga medis, hingga posisi kepemimpinan sering dianggap selaras dengan sifat yang dimiliki.
Untuk urusan jodoh, Selasa Legi dipercaya lebih cocok dengan pasangan yang memiliki neptu 7, 9, 11, atau 13. Seperti Senin Legi, Rabu Wage, atau Jumat Pon.
