Jatim Times Network Logo
01/02/2023
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Kesehatan

Kemenkes Tetapkan Status KLB Polio di Pidie, Aceh 

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Dede Nana

19 - Nov - 2022, 03:59

Tanda-tanda yang kerap ditemukan di penyakit Polio (foto: Dinas kesehatan Kabupaten Agam)
Tanda-tanda yang kerap ditemukan di penyakit Polio (foto: Dinas kesehatan Kabupaten Agam)

JATIMTIMES - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akhirnya menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio usai ditemukanya satu kasus di Kabupaten Pidie, Aceh. Ditetapkannya KLB Polio itu lantaran Indonesia telah mendapatkan sertifikat eradikasi polio atau predikat Indonesia bebas Polio sejak 2014. 

"Karena Indonesia sudah nyatakan eradikasi tapi ternyata ada (muncul) virus polio liar apalagi virus (polio) tipe 2 yang dianggap sudah enggak ada lagi," kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Maxi Rein Rondonuwu, dilansir Kompascom. 

Baca Juga : Deteksi Dini Gangguan Penglihatan pada Siswa, Pemkot Kediri Gandeng Guru dalam Workshop Kesehatan

Kronologi kejadian penemuan KLB Polio itu diderita pada anak berinisial A berusia 7 tahun. Gejala awal yang muncul adalah demam, nyeri di persendian hingga lemah di beberapa bagian gerak. Kemudian dilakukan pemeriksaan fisik hingga cek laboratorium dan dinyatakan terinfeksi virus polio. 

Memang disebut Maxi, sejak pandemi Covid-19, terjadi penurunan tingkat imunisasi dasar lengkap. Dari survei cepat yang dilakukan Kemenkes, sejumlah 30 anak dari 25 rumah tangga tidak mendapatkan vaksinasi IPV (Inactive Polio Vaccine). Termasuk capaian imunisasi OPV juga masih rendah. 

"Memang ini masa pandemi untuk luar Jawa cakupannya tidak mencapai target Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN). Dua tahun ini IDL dan imunisasi tambahan itu banyak tidak capai target," terang Maxi.

Belakangan diketahui, penderita KLB Polio tersebut memang belum menerima vaksinasi lengkap. Beberapa alasan disebutkan, orang tua tidak memberikan anaknya vaksinasi Polio. Selain karena takut, orang tua memang belum begitu memahami pentingnya vaksinasi Polio. 

Baca Juga : Asesor BAN-PT Asesmen Lapangan Prodi Hukum Ekonomi Syariah UIN Malang

"Ada juga alasan karena adat di sana suaminya enggak mau kasih sebelum turun tanah atau (anak tersebut bisa) jalan, enggak boleh. Ada masalah keyakinan yang mengasuh juga belum paham tentang vaksinasi dan imunisasi," jelas Maxi.


JOIN JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel anda.

Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Dede Nana