Jatim Times Network Logo
02/02/2023
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Kesehatan

Sejak Awal November, Covid-19 Jatim Kembali Naik Dipicu Subvarian Omicron XBB

Penulis : M. Bahrul Marzuki - Editor : Dede Nana

06 - Nov - 2022, 05:26

Kasus naiknya Covid-19
Kasus naiknya Covid-19

JATIMTIMES - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa meminta seluruh pihak untuk kembali memperkuat kembali penerapan protokol kesehatan (prokes) dan mendorong percepatan vaksinasi booster  Covid-19 di masyarakat. 

Arahan tersebut disampaikan Gubernur Khofifah mengingat terjadinya peningkatkan kasus konfirmasi positif Covid-19 di wilayah Jatim dalam kurun waktu empat hari terakhir. Hal ini juga terjadi secara nasional. Bahkan menurut data worldometer per tanggal 5 November 2022 Indonesia masuk nomor 9 secara global. Berdasarkan data Satgas Covid-19 Jatim, hingga Jumat (5/11/2022), tercatat telah terjadi 616.397 kasus konfirmasi positif covid-19 di Jatim dengan 2.011 kasus aktif.

Baca Juga : Diundi Tiga Kali Setahun, Hadiah Undian SIMPEDA Bank Jatim Sumbang Pertumbuhan Ekonomi

Penambahan kasus harian Covid-19 di Jatim mengalami peningkatan sejak 1 November 2022. Mulai dari 595 kasus per hari, 580 kasus, 681 kasus hingga tertinggi pada 4 November 2022 mencapai 685 dan tanggal 5 November sedikit melandai 669  kasus per hari. 

Tak hanya di Jatim, peningkatan kasus Covid-19 juga mengalami peningkatan secara nasional. Bahkan Indonesia masuk sepuluh besar peningkatan secara global dengan tambahan 4.707 kasus secara nasional dalam sehari. 

“Kenaikan kasus, baik di Jatim maupun secara nasional patut menjadi warning kita bersama agar lebih waspada. Perkuat kembali prokes dan percepat vaksinasi adalah kuncinya,” ungkap Khofifah saat ditemui di Gedung Negara Grahadi, Minggu (6/11/2022).

Khofifah melanjutkan, tren kenaikan kasus positif Covid-19 juga terjadi di beberapa negara, hal ini disebabkan oleh penyebaran Subvarian Omicron XBB. Meskipun Kemenkes menyatakan bahwa Subvarian Omicron XBB tidak menimbulkan gejala berat, namun Khofifah tetap meminta semuanya waspada, tidak perlu panik, yang bekerja tetap bekerja, yang belajar tetap belajar dengan menjaga protokol kesehatan.

“Perekonomian dan aktivitas masyarakat sudah berangsur normal, kondisi ini yang harus terus dijaga. Saya imbau semua yang bekerja, belajar, maupun aktivitas sosial keagamaan, budaya dan sebagainya tetap berjalan  dengan protokol kesehatan yang terjaga,” tegasnya. 

“Bahkan, Pak Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan juga telah menyampaikan prediksi bahwa puncak gelombang Covid-19 subvarian Omicron XBB akan terjadi pada Desember 2022-Januari 2023. Ini tentu harus jadi kewaspadaan kita bersama,” imbuh Khofifah.

Khofifah meminta masyarakat agar memperketat pemakaian masker, baik di dalam maupun luar ruangan. Dirinya juga berharap agar setiap petugas keamanan di tempat-tempat umum kembali mengimbau dan mengingatkan masyarakat agar memakai masker. Hal ini untuk menjaga kebaikan dan keamanan  bersama.

Baca Juga : Hujan Es dan Angin Kencang Sapu 2 Desa di Jombang, Rumah dan Sekolah Rusak

Selain itu, percepatan vaksinasi utamanya vaksinasi booster diharapkan bisa dilakukan percepatan  oleh pemerintah daerah kabupaten/kota di Jatim. Kolaborasi TNI/Polri dan swasta agar bergerak cepat seperti dulu. Mengingat saat ini vaksinnya sudah tersedia. Begitu pula masyarakat umum segera ke tempat layanan kesehatan terdekat untuk melakukan vaksinasi booster.

“Kepada bupati/wali kota  mohon segera  melakukan  kolaborasi dengan TNI/Polri serta swasta, perguruan tinggi, sekolah, dan semua elemen strategis lainnya. Saya harap bisa kembali  menggencarkan vaksinasi  Booster ke masyarakat karena stok vaksin yang minggu lalu sempat kehabisan kini sudah mulai kembali terisi,” tegasnya.

Secara khusus Khofifah  juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang membantu percepatan vaksinasi di Jatim. Sampai saat ini tingkat ketercapaian vaksinasi Covid-19 dosis pertama hingga ketiga, Provinsi Jatim tercatat tertinggi kedua se-Indonesia. 

Sebanyak 30,4 juta orang di Jatim telah menerima vaksin pertama, lalu sebanyak 25,9 juta telah mendapat vaksin dosis kedua dan sebanyak 8,4 juta orang telah menyelesaikan dosis ketiganya. Sedangkan untuk Vaksinasi dosis ke-empat, Jatim masih mencapai 133.466 orang. Hal ini membuat Jatim menjadi provinsi tertinggi distribusi vaksin dosis keempat. 

"Mengingat vaksin untuk booster telah siap maka saya mengajak masyarakat untuk  segera melakukan vaksinasi booster di tempat layanan kesehatan terdekat demi kesehatan dan kebaikan kita semua," tutup Khofifah.


JOIN JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel anda.

Penulis

M. Bahrul Marzuki

Editor

Dede Nana