Ini Kata Gus Baha soal Sesajen yang Merupakan Tradisi Leluhur | Surabaya TIMES

Ini Kata Gus Baha soal Sesajen yang Merupakan Tradisi Leluhur

Jan 14, 2022 14:29
Gus Baha (Foto:  GOODMINDS)
Gus Baha (Foto: GOODMINDS)

JATIMTIMES - Tradisi sesajen di Indonesia belakangan ini menjadi sorotan usai seorang pria bernama Hadfana Firdaus menendang dan membuang sesajen di lokasi erupsi Semeru.

Terkait peristiwa itu, rupanya KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha pernah memberi penjelasan soal sesajen. Dikutip melalui kanal YouTube El Hazima Official, Gus Baha awalnya mengurai kedatangan para wali ke Indonesia pada zaman dulu yang membawa perubahan.

Baca Juga : Diduga Menganut Faham Wahabi, Tersangka Penendang Sesajen di Lumajang Minta Maaf

"Saya masih ingat pesanan Pak Zaeini, berkali-kali beliau bilang ke saya bahwa agama yang masuk ke negara yang tidak konflik itu di antaranya paling spesial itu Indonesia karena para wali ini mendampingi kultur daerahnya, tapi tidak benturan," kata Gus Baha.

Misalnya saja orang Jawa dahulu sudah memakai sesajen sawah-sawah yang katanya dimakan penunggunya. "Yang penunggunya sawah itu kan dulunya pikirannya makhluk gaib," ujar Gus Baha. 

Namun, di era modern seperti saat ini penunggunya itu hewan ternak semacam kambing, ayam yang memang memakannya. "Akhirnya dulu itu aneh. Diistilahkan dimakan penunggunya. Kalimat penunggu itu tidak jelas," tambah Gus Baha. 

Kemudian, Gus Baha menjelaskan saat para wali datang dan melihat fenomena sesajen, mereka tidak mengkafirkan orang-orang yang melakukannya. Menurutnya para wali mengubah niat sesajen masyarakat. Jika semula diniatkan untuk diberikan kepada dedemit menjadi sedekah kepada tetangga.

"Wali-wali datang tidak mengkafirkan. Tapi terus diubah. Jadi sedekah ke tetangga tadi. Jadi kultur itu tidak dilawan. Tapi cukup diubah dari memberi makan setan jadi sedekah tetangga," jelas Gus Baha lagi. 

"Jadi, kultur itu gak perlu dilawan, tetapi cukup diubah. Dari memberi demit, jadi sedekah ke tetangga," pungkas Gus Baha. 

Baca Juga : Aksi Warga Jombang Kuras Isi ATM Teman Berhasil Diringkus Polisi

Kini, Hadfana Firdaus, pria tendang dan buang sesajen di lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru akhirnya ditangkap. Penangkapan Hadfana ini dilakukan oleh Ditreskrim Polda Jatim. Kini Hadfana pun sudah berhasil diamankan oleh pihak kepolisian. Hadfana diamankan di Gang Dorowati, Pringgolayan, Banguntapan, Bantul sekitar pukul 22.40 WIB. 

Lokasi penangkapan tersebut dekat dengan Polsek Banguntapan. Sebelumnya, dalam video yang beredar, sambil menunjuk ke sesajen pria itu berkata: "Ini yang membuat murka Allah. Jarang sekali disadari bahwa inilah yang justru mengundang murka Allah, hingga Allah menurunkan azabnya. Allahu Akbar," ucap pria tersebut.

Tak lama, tangan pria itu bergerak membuang sesajen buah dan menendang sesajen nasi. Letak sesajen itu ada di atas permukaan tanah yang lebih tinggi sehingga kedua sesajen langsung terjatuh.

Topik
Gus Baha tradisi sesajen penendang sesajen semeru

Berita Lainnya