Utang Rp 26 Triliun, Bekas Pabrik Textil PT Wastra Indah Kota Batu Disita Satgas Gakkum BLBI | Surabaya TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Utang Rp 26 Triliun, Bekas Pabrik Textil PT Wastra Indah Kota Batu Disita Satgas Gakkum BLBI

Dec 23, 2021 19:39
Aset gedung bekas pabrik textil PT Wastra Indah Kota Batu milik Texmaco Group di Jalan Panglima Sudirman, Kecamatan Batu, Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Aset gedung bekas pabrik textil PT Wastra Indah Kota Batu milik Texmaco Group di Jalan Panglima Sudirman, Kecamatan Batu, Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuidasi Bank Indonesia (BLBI) telah melalukan penyitaan aset gedung bekas pabrik textil PT Wastra Indah Kota Batu milik Texmaco Group di Jalan Panglima Sudirman, Kecamatan/Kota Batu, Kamis (23/12/2021). Gedung tersebut disita lantaran telah menunggak utang hingga Rp 26 triliun kepada bank plat merah dan swasta.

Aset yang disita oleh Satgas Gakkum BLBI di Kota Batu dengan Surat Hak Milik (SHM) atas nama Marimutu Sinivasan seluas 17,332 m². Sedangkan untuk Surat Hak Guna Bangunan (SHGB) di Kota Batu yang disita seluas 55,376 m².

Baca Juga : Tinjau Vaksinasi Covid-19 Usia 6-11 Tahun, Wali Kota Batu Janji Tuntas Awal Januari 2022

Dalam penyitaan itu dihadiri langsung oleh Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) ditandai dengan dipasangnya papan penyitaan yang dilakukan oleh Satgas Gakkum BLBI bersama petugas dari Kepolisian, TNI, dan Satpol PP Kota Batu yang melakukan penjagaan.

Sementara Satgas Gakkum BLBI sendiri terdiri dari beberapa unsur, antara lain Menkopolhukam, Kemenkeu, Kejagung, BIN, Polri, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian ATR BPR, dan sebagainya.

Kepala Kanwil DJKN Jawa Timur Agus Priyo Waluyo didampingi juru sita KPKNL mengatakan, utang piutang sejumlah Rp 26 triliun itu sudah berlarut-larut sejak krisis moneter pada zaman Orde Baru. Hingga membuat perusahaan tersebut diambil alih oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), sekarang bernama PT Perusahaan Pengelolaan Aset (PPA).

“Karena berbagai pertimbangan penyitaan barang jaminan dan atau harta kekayaan lain dirasa sangat diperlukan,” ucap Agus saat di lokasi.

Baca Juga : Atlet Taekwondo Kota Batu Borong 9 MedaIi Emas di Kejurprov Jatim

Bahkan dari data PPA total kewajiban utang Grup Texmaco mulai dari pokok dan bunga sudah mencapai Rp 29,04 triliun per 30 April 2002. Membuat Texmaco masuk dalam daftar ‘Top 21 Obligor’ BPPN.

Hingga saat ini, Grup Texmaco tidak bisa memenuhi kewajiban piutang yang ditetapkan. Penyitaan tidak hanya berlangsung di Kota Batu, tetapi juga di Sukabumi, Padang, Subang dan kota lainnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
satgas penanganan hak tagih negara dana blbi Texmaco Group

Berita Lainnya