Banggar DPRD Surabaya Sepakat Naikan Honor Kader Kesehatan | Surabaya TIMES

Banggar DPRD Surabaya Sepakat Naikan Honor Kader Kesehatan

Oct 08, 2021 17:35
Anggota Komisi A DPRD Surabaya, M. Machmud
Anggota Komisi A DPRD Surabaya, M. Machmud

JATIMTIMES – Tim Badan Anggaran DPRD dan Pemkot Surabaya telah sepakat untuk menaikkan honor tim kesehatan di bawah binaan Dinas Kesehatan, seperti kader kader Bumantik, Posyandu, Bumil dan lainnya.

Keterangan ini disampaikan M. Mahmud anggota Komisi A DPRD Surabaya. Mahmud mengatakan, jika selama bertahun tahun tim kesehatan hanya mendapatkan honor Rp 30 ribu per bulan, itupun masih harus dipotong PPN dan PPh, hingga tinggal Rp 28.200.

Baca Juga : Pegawai Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang Terbantu dengan Jadi Peserta BPJS Kesehatan

“Pada saat rapat anggaran kemarin, telah disetujui untuk dinaikkan menjadi Rp 400 ribu per bulan, setelah dipotong PPN dan PPh jadi terimanya sekitar Rp 367 Ribu an. Ini adalah peningkatan yang luar biasa,” ucap M.Mahmud, Jumat (8/10/2021)

Namun, kata Mahmud, tidak ada lagi kategori kader Bumantik, Posyandu, Bumil, dan lainnya karena namanya dilebur menjadi satu yakni kader kesehatan yang multifungsi.

“Anggaran yang kami setujui sekitar Rp 35 miliar untuk seluruh Kota Surabaya. Semoga kenaikan ini ada manfaatnya sekaligus ada perubahan kinerja yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Di sisi lain, Mahmud juga mengaku jika dirinya mendapatkan laporan dari sejumlah kader, bahwa SK yang diterbitkan oleh kelurahan dan dikoordinasi oleh Dinas Kesehatan itu hanya 5 orang untuk setiap RW.

“Sementara, jumlah kader itu bisa lebih dari itu. Bahkan ada yang mencapai 10 hingga 12 orang. Akhirnya, honor tersebut dikumpulkan lagi dan kemudian dibagi untuk kader yang segitu banyak. Ini jadi sama saja nilainya. Responnya ada yang ribut, ada yang tenang dan ada yang biasa-biasa saja,” tuturnya.

Menurut politisi Partai Demokrat ini, kader kesehatan tersebut kerjanya sangat luar biasa, dari pagi dan siang bahkan hingga malam hari. Jika dibutuhkan mereka harus siap. 

Baca Juga : Konferensi III PWI Gresik, Ashadi Terpilih Aklamasi

“Ada yang sudah mengabdi jadi kader selama 10 tahun bahkan lebih. Jadi ini hanya mereka yang memiliki sifat sosial yang tinggi saja yang bisa menjalani,” ujarnya.

Oleh karena itu, Mahmud berharap soal honor ini tidak menjadi masalah, karena dulu malah tidak ada sehingga sangat sulit untuk mencari kader. “Namun saat ada honornya bahkan kini ada kenaikan, banyak sekali yang ingin bergabung,” terangnya.

Diakhir paparannya, Mahmud mengatakan jika pihaknya akan terus memberikan peningkatan dari tahun ke tahun, karena telah mengetahui betul bagaimana kinerja para kader tersebut dan keberadaan mereka sangat membantu pemerintah kota.

“Saya nggak bisa bayangkan jika tidak ada kader-kader seperti mereka itu. Kemungkinan puskesmas itu juga nggak bisa jalan, karena mereka ngeposnya di situ,” pungkas Mantan Ketua DPRD Surabaya periode sebelumnya ini. 

Topik
DPRD Kota Surabaya honor kader kesehatan m mahmud

Berita Lainnya