Jubir Wapres Ma’ruf Amin Tegaskan Kelonggaran Mudik untuk Santri | Surabaya TIMES

Jubir Wapres Ma’ruf Amin Tegaskan Kelonggaran Mudik untuk Santri

Apr 25, 2021 19:34
Wapres Maruf Amin inginkan santri bisa mudik dan berkumpul bersama keluarga (sumber: Istimewa)
Wapres Maruf Amin inginkan santri bisa mudik dan berkumpul bersama keluarga (sumber: Istimewa)

MALANGTIMES - Sesuai dengan Surat Edaran Kepala Satuan Tugas Nomor 13 Tahun 2021 tentang larangan mudik, juru bicara Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Masduki Baidowi menyatakan, para santri diperbolehkan untuk pulang kampung selama masa pengetatan perjalanan.

Sebelumnya, terdapat pengecualian larangan mudik dari para santri yang merupakan permintaan Wapres Ma’ruf Amin. Hal ini kemudian diralat oleh Masduki.

Baca Juga : Tim Gabungan Gelar Razia, Amankan Puluhan Botol Minol di Dua Tempat Tak Berizin

“Jadi, sekali lagi saya tegaskan kepulangan para santri dari pesantren bukan dalam kurun waktu larangan mudik pada 6-17 Mei namun dalam waktu pengetatan mudik tanggal 4-5 Mei.” ujarnya dilansir dari Antara (25/4/2021).

Ma’ruf Amin mengkhawatirkan para santri tidak bisa mudik di lebaran tahun ini mengingat mereka mengerti dan khawatir tentang adanya pengetatan mudik dari pemerintah.

Merespon kekhawatiran tersebut, Ma’ruf Amin mencoba memberikan solusi dengan cara memberi kelonggaran para santri untuk bisa pulang sebelum masa larangan mudik diberlakukan.

“Ini bukan berarti kami memberi dispensasi kepada para santri untuk bisa leluasa mudik di masa larangan mudik. Para santri khawatir mereka tidak bisa pulang kampung dan bertemu orang tua mereka selepas pengajian selesai. Biasanya pengajian akan selesai pada 21 Ramadan yang tahun ini jatuh pada 3 Mei 2021,” papar Masduki.

Dalam Surat Edaran Kepala Satuan Tugas Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 terkait Peniadaan Mudik Idul Fitri 1442 H, pemerintah memberlakukan masa mudik dan arus balik selama periode H-14 dan H+7 hari raya. Pengetatan pergerakan bagi Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) diberlakukan dengan memperpendek masa berlaku hasil negatif rapid test antigen dengan maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan.

Baca Juga : Bandara Kediri Beroperasi 2023, Pemkab Kediri Berencana Bangun Dua Embung Besar Atasi Banjir

Dengan adanya peraturan ini, para santri tetap harus menerapkan prokes ketat dengan melakukan swab test PCR atau rapid test Antigen baik sebelum dan setelah mudik lebaran.

Hal ini ditujukan sebagai antisipasi akan meningkatnya arus pergerakan manusia pada periode 22 April - 5 Mei dan 18-24 Mei yang dapat membuat angka penularan Covid-19 antar daerah yang jika tidak dilakukan tindakan preventif akan meningkat drastis.

Topik
jubir wapres larangan mudik mudik untuk santri se satgas covid 19

Berita Lainnya