Usai Didesak, Pemkot Surabaya, Bonek Mania dan Manajemen Persebaya Setujui 7 Hal Ini | Surabaya TIMES

Usai Didesak, Pemkot Surabaya, Bonek Mania dan Manajemen Persebaya Setujui 7 Hal Ini

Mar 24, 2021 20:32
Penandatanganan kesepakatan
Penandatanganan kesepakatan

SURABAYATIMES - Pemkot Surabaya menggelar audiensi bersama manajemen Persebaya beserta perwakilan dari suporter atau yang akrab disapa Bonek, Rabu (24/3/2021). Audiensi digelar untuk menyamakan sikap atau persepsi bersama terkait pemanfaatan Stadion Gelora 10 Nopember (G10N) dan Gelora Bung Tomo (GBT).

Audiensi yang berlangsung di Balai Kota Surabaya ini, juga dihadiri Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Johnny Eddizon Isir, beserta beberapa Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Pertemuan ini akhirnya menghasilkan tujuh poin kesepakatan bersama. Kesepakatan bersama ini kemudian ditandatangani perwakilan manajemen Persebaya, pemkot melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan perwakilan dari suporter.

Tujuh poin kesepakatan bersama tersebut, pertama Persebaya dapat menggunakan Stadion Gelora Bung Tomo untuk pertandingan dan Gelora 10 Nopember serta 3 (tiga) Lapangan Madya di komplek Gelora Bung Tomo untuk latihan, setelah selesai perbaikan yaitu Bulan Juni 2021.

Kedua, sewa lapangan mengikuti peraturan perundangan yang berlaku. Ketiga, Persebaya sebagai tim asal Surabaya dapat prioritas dalam penggunaan Stadion GBT, Gelora 10 Nopember dan 3 Lapangan Madya. Keempat, akan diadakan pertemuan rutin 2 bulanan antara Wali Kota Surabaya, Kapolrestabes Surabaya, Presiden Persebaya dan Bonek.

Kelima, Persebaya memprioritaskan pemain asli asal Surabaya dalam rekrutmen pemain sesuai dengan skill dan kemampuan yang diharapkan Surabaya. Keenam, Persebaya harus bisa mencetak pemain asli dari produk Surabaya. Dan ketujuh, pihak Persebaya wajib mengganti kerusakan stadion apabila terjadi kerusakan dalam jangka waktu yang tertuang dalam kontrak.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan, hasil pertemuan akhirnya memutuskan tujuh poin kesepakatan bersama. Salah satunya terkait sewa Stadion GBT dan Gelora 10 Nopember sesuai dengan sistem perundangan yang berlaku.

"Tadi disepakati, kan tahu ada masa pemeliharaan. Nah, kalau masa pemeliharaan selesai, ya sudah bisa digunakan dengan sistem sewa yang disepakati sesuai perundangan yang berlaku," kata Cak Eri-sapaan lekat Wali Kota Surabaya, seusai kegiatan audiensi.

Namun, bagi Cak Eri, pertemuan yang berlangsung hari ini juga dinilai membahagiakan masing-masing pihak. Sebab, dalam pertemuan ini juga diputuskan bersama terkait rencana pengembangan sepak bola di Surabaya ke depannya.

"Yang saya bangga dan bahagia betul di hari ini, yang pertama kita sama-sama mencetak anak-anak Surabaya menjadi pemain yang hebat. Itu tanggung jawabnya, kewajiban Persebaya dan Pemerintah Kota Surabaya," terang Cak Eri.

Selain itu, kata dia, rencana Pemkot Surabaya membentuk akademi pelatihan sepak bola nantinya juga bakal berkolaborasi bersama dengan manajemen Persebaya. Tujuannya tak lain, yakni untuk mencetak anak-anak Surabaya menjadi pemain bola yang hebat. 

"Karena bagaimanapun anak-anak Surabaya kalau jadi pemain enak, dia akan bangga ketika membela Persebaya," tutur Eri.

Awalnya Bonek Mania mengancam bakal melakukan aksi besar-besaran karena susahnya Persebaya mendapatkan fasilitas Stadion Gelora 10 November untuk berlatih dan juga belum pastinya Gelora Bung Tomo untuk venue pertandingan Liga 1.

 

Topik
Stadion Gelora 10 Nopember Persebaya Surabaya Pemkot Surabaya Bonekmania sepakbola Indonesia

Berita Lainnya