Bersahabat Dengan Malaikat Maut, Nabi Idris Merasakan Menu Buka Puasa Dari Surga, Begini Kisahnya | Surabaya TIMES

Bersahabat Dengan Malaikat Maut, Nabi Idris Merasakan Menu Buka Puasa Dari Surga, Begini Kisahnya

Jan 18, 2021 12:16
Ilustrasi kisah persahabatan nabi dan malaikat (islampopuler)
Ilustrasi kisah persahabatan nabi dan malaikat (islampopuler)

MALANGTIMES - Dalam berbagai riwayat, disebutkan jika Nabi dan Malaikat sering berinteraksi. Bahkan, di antara mereka terjalin persahabatan. Hal itu juga yang terjadi pada Nabi Idris dan Malaikat Maut. Lalu seperti apa kisah persahabatan mereka, bagaimana malaikat maut menemui Nabi Idris, dan apa yang mereka lakukan bersama?.

Ya seperti yang kisahkan dalam Channel YouTube Islam Populer, dalam Kitab Durratun Nashihin kisah persahabatan mereka dimulai karena kesolehan Nabi Idris beribadah kepada Allah SWT siang dan malam.

Baca Juga : Bukan Hanya Manusia, Ternyata Rasulullah Miliki Sahabat Dari Golongan Jin ini

Hal ini telah dikabarkan dalam Al-Qur'an, (QS Maryam 56-57). "Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka, kisah) Idris (yang tersebut) di dalam Al-Qur'an. Sesungguhnya ia adalah seseorang yang sangat membernarkan dan seorang nabi. Dan kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi,".

Malaikat Maut kemudian ingin bertemu dengan Nabi Idris. Allah SWT kemudian mengabulkan keinginan Malaikat Maut untuk bertemu dengan hambanya itu. Malaikat Maut kemudian datang menyerupai manusia untuk menemui Nabi Idris.

Saat itu Nabi Idris tengah melakukan puasa setahun secara terus-menerus. Dan saat berbuka puasa, Malaikat Maut pun datang membawa makanan dari surga untuk Nabi Idris berbuka. Malaikat  Maut yang datang kepada Nabi Idris kemudian diajak untuk menyantap makanan itu bersama.

Disela itu, Malaikat Maut melihat ketaatan Nabi Idris sepanjang malam. Melihat itu, Malaikat Maut bertambah kagum dengan Nabi Idris. Karena kekagumannya itu, Malaikat Maut ingin mengajak Nabi Idris berjalan-jalan agar bisa mengobrol lebih lama.

Nabi Idris kemudian diajak kesebuah ladang. Disitu ia meminta izin untuk bisa memetik buah. Perjalanan merekapun membuat Nabi Idris merasa aneh. Akhirnya, Nabi Idris mengajukan pertanyaan kepada Malaikat maut.

“Siapakah sebenarnya dirimu sahabat?,” tanya Nabi Idris. 

Lalu oleh Malaikat maut dijawab, "Aku adalah Malaikat Maut,". 

Setelah itu Nabi Idris berkata, "Engkau yang bisa mencabut nyawa itu ?,". 

“Tepat”, jawab Malaikat Maut.

Pertanyaan Nabi Idris kemudian terus berlanjut kepada Malaikat Maut. “Jadi selama empat hari bersamaku, tentu sudah banyak nyawa yang engkau cabut?,”.

Malaikat Maut menjawab, "ya banyak nyawa manusia aku cabut,".

Baca Juga : Agama-Agama Baru di Dunia: Ada yang Terinspirasi Alien, Film, IT, dan Novel

Setelah itu, Nabi Idris kemudian meminta sesuatu kepada sahabatnya itu. Nabi Idris ingin merasakan sakaratul maut. Namun mendengar permintaan Nabi Idris, Malaikat Maut menolak. Kedatangannya bukanlah untuk mencabut nyawa Nabi Idris, namun untuk ziarah. Karena maut hanya akan datang kepada orang yang telah ditentukan ajalnya oleh Allah SWT.

Namun Allah SWT mengizinkan keinginan nabi itu. Malaikat Maupun melaksanakan perintah Allah SWT. Namun dia (Malaikat Maut) tak tega melihat sahabatnya itu meninggal. Ia kemudian meminta sahabatnya itu dibangunkan kembali, keinginan itupun dikabulkan.

Malaikat maut kemudian bertanya kepada Nabi Idris bagaimana rasanya sakaratul maut. Nabi Idris pun berkata, "sungguh sangat pedih rasanya, seperti hewan dikuliti saat keadaan hidup dilipatkan 1000 kali pedihnya,". Mendengar perkataan Nabi Idris, Malaikat Maut terkejut dan berkata, "Padahal aku mencabut Rohmi dengan kehalusan, bahkan belum pernah aku lakukan yang demikian kepada siapapun,".

Tak puas merasakan sakaratul maut, Nabi Idris kemudian meminta untuk melihat apa yang terjadi di neraka. Allah SWT pun kembali mengabulkan keinginan Nabi Idris. Malaikat Maut menjalankan perintah Allah SWT yang mengizinkan Nabi Idris melihat neraka. Ditempat itu, Nabi Idris melihat alat penyiksa bagi penghuni neraka jahanam.

Lagi-lagi tak cukup disitu, Nabi Idris meminta melihat surga. Namun Malaikat Maut kemudian mengatakan, jika hal itu bukanlah kuasanya. Sehingga ia tak bisa mengabulkan hal itu. Akan tetapi, Allah SWT lagi-lagi mengizinkan Nabi Idris untuk melihat surga. Ia diizinkan masuk surga namun harus segera keluar.

Dan saat akan keluar dari surga, Nabi Idris meninggalkan sandalnya dibawah pohon. Sehingga menjadi alasan agar ia kembali ke dalam surga. Malaikat Muat kemudian meneriaki Nabi Idris agar segera keluar dari Surga. Tapi, saat itu Nabi Idirs menolak keluar. Allah SWT kemudian mengizinkan Nabi Idris tinggal di Surga.

Allah SWT berfirman, "Tinggalkanlah ia (Nabi Idris), sesungguhnya aku telah memutuskan ia pada zaman azali dahulu bahwa bahwa sesungguhnya ia (Nabi Idris) tergolong ahli dan penghuni surga,".

Nah sahabat MalangTIMES dan sahabatku yang beriman, itulah tadi penjelasan tentang persahabatan Nabi Idris dan Malaikat Maut. Awalnya Malaikat Maut kagum akan ketaatan Nabi Idris terhadap Allah SWT. Kekaguman Malaikat Maut semakin bertambah ketika langsung melihat ketaatan Nabi Idris.

Topik
nabi idris persahabatan nabi idris dan malaikat maut kisah islami

Berita Lainnya