Demo di Kejati Jatim.
Demo di Kejati Jatim.

SURABAYATIMES - Aliansi Perjuangan Rakyat (APR) Jawa Timur menggelar demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Rabu (20/10).

Sekitar 100 massa APRJ memadati pintu masuk Kejati Jawa Timur. Tuntutannya, menuntaskan kasus P2SEM yang melibatkan beberapa mantan anggota DPRD Jawa Timur.

Dalam pernyataan sikapnya, APR Jatim mendesak beberapa pejabat yang pernah disebut oleh almarhum Fathurrosjid (mantan ketua DPRD Jatim dan terpidana P2SEM 4,5 tahun) untuk segera diseret ke meja hijau. Di antaranya Achmad Ruba'i (Fraksi PAN) nilainya Rp 31 miliar, Ach. Subchan (Fraksi PKS) Rp 18 miliar, Arif Junaidi (Fraksi PKB kemudian pindah PKNU) Rp 17 miliar, Farid Al Fauzi (Fraksi PPP, kini Hanura) Rp 12,25 miliar, Ali Saiboo (Fraksi Golkar) Rp 11,55 miliar, almarhum Suhartono (Fraksi Demokrat) nilainya Rp 9,5 miliar. Anwar Sadad (Fraksi PKB, kini Gerindra) Rp 5,580 miliar, Ridwan Hisyam (Fraksi Golkar) Rp 5,560 miliar, Darwis Maszar (Fraksi PKB) Rp 3,5 miliar. Lalu Renville Antonio (Fraksi Demokrat), menikmati dana hibah sebesar Rp 2,5 miliar.

Koorlap aksi Arnold L. Panjaitan dalam orasinya menekankan bahwa sudah saatnya Kejati Jatim untuk menuntaskan dan menyeret para pelaku ke pengadilan. "Kami meminta kejaksaan untuk bertinda adil. Jangan hanya segelintir orang dan operator lapangan yang dihukum. Tapi para rekomendatornya malah melenggang tak tersentuh hukum," teriak Arnold dengan suara lantang.

Sebelum mendatangi kantor kejaksaan, massa APR Jatim melakukan longmarch sejauh satu kilometer dan membentangkan poster bernada dukungan untuk Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Sesampainya di depan kantor kejati, massa bergantian melakukan orasi dan menyanyikan lagu perjuangan. Mereka berjanji akan datang dengan massa yang lebih banyak bila Kejaksaan Tinggi Jatim tidak merespons tuntuttan mereka.