Salah satu karya Jonathan Yohvino yang di-Upload ke akun Instagram Eri Cahyadi
Salah satu karya Jonathan Yohvino yang di-Upload ke akun Instagram Eri Cahyadi

SURABAYATIMES - Calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sudah lama berupaya dekat dengan kelompok suporter Persebaya, Bonek Mania. Itu ia tunjukkan dengan postingan-postingannya yang mengunggah atribut Persebaya. 

Namun ternyata ada sejumlah postingan yang ternyata asal nyomot di akun media sosial Instagram miliknya. Sehingga menimbulkan protes dari salah satu fotografer profesional yang dulunya berkerja di tim Persebaya, Jonathan Yohvinno.

Vino, begitu ia akrab disapa, tercatat menjadi official Persebaya sejak 2018. Ia mengawali karir sebagai fotografer sampai kemudian dipercaya sebagai media officer. Tahun 2020 ini, Vino keluar dari Persebaya dan berkarir di Jakarta.

Nah, melalui akun media sosialnya Vino mengunggah sebuah pernyataan tentang foto-fotonya yang dipergunakan Calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Ada beberapa foto yang diunggah Eri, yang itu justru tidak pernah diunggah Vino di akun media sosialnya.

“Beberapa hari terakhir saya mendapatkan banyak sekali pesan dari rekan-rekan di Surabaya. Pesan tersebut menanyakan perihal foto di atas. Jujur saya tidak tahu menahu soal foto tersebut karena seingat saya waktu itu saya diminta foto oleh salah satu staff Persebaya yang tujuannya untuk Report ke Pemkot,” tulis Vino sambil me-Repost unggahan dari akun Eri Cahyadi (@ericahyadi_).

“Ternyata sekarang saya tahu, foto tersebut di-Upload di Instagram pribadi tanpa izin dari saya maupun Persebaya. Sekarang saya sudah tidak di Persebaya, jadi seluruh karya saya selama bekerja di Persebaya adalah properti Persebaya. Seperti halnya saya meluruskan ketika ada akun fanbase yang memasang foto saya dan Persebaya tanpa izin. Mohon Pak @ericahyadi_ juga meminta izin kepada @officialpersebaya untuk memasang foto itu. Mohon pencerahannya Pak Eri,” tutup Vino.

Penjelasan Vino di stories IG-nya itu tentu mengingatkan publik akan perseteruan Bonek dan Eri Cahyadi. Eri pernah menjanjikan Karanggayam untuk kompetisi internal Persebaya, tapi malah diusir dari sana. Padahal, itu adalah kawah candradimuka pemain-pemain muda Persebaya sebagai tempat pembibitan.

Persebaya pun tidak pernah bisa berlatih di Stadion Gelora 10 Nopember saat Eri menjabat sebagai kepala Bappeko. Padahal, stadion yang dikenal dengan Stadion Tambaksari itu adalah markas legendaris Bajol Ijo dahulunya.

Tentang adanya protes, media ini kemudian coba melakukan konfirmasi ke Juru Bicara Eri Cahyadi, Ahmad Hidayat. Media ini pun kemudian coba melakukan konfirmasi lewat telepon. 

Ahmad Hidayat mengatakan bahwa foto tersebut diterima oleh pihak Eri Cahyadi secara langsung dari manajemen Persebaya. Eri Cahyadi diberi foto dalam kapasitas sebagai kepala Bappeko Surabaya. Pemberian foto oleh manajemen Persebaya dilakukan tanpa perantara siapapun. 

Baca Juga : Nama Wali Kota Kediri Dicatut Oknum Tak Bertanggung Jawab

Manajemen memberikan foto itu agar bisa diunggah oleh Eri Cahyadi di akun pribadi sebagai bentuk dukungan bagi Persebaya yang sedang bertanding di turnamen, pada 7 Maret 2019 yang artinya lebih dari setahun lalu alias jauh sebelum pencalonan Eri Cahyadi dalam Pilkada Surabaya. Unggahan tersebut bukan dalam rangka kampanye.