Febria Rachmanita (Humas Pemkot Surabaya)
Febria Rachmanita (Humas Pemkot Surabaya)

Tracing pasien terkonfirmasi Covid-19 di Kota Surabaya oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dibantu Satgas Satpol PP, Satgas Linmas, staf kelurahan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas, terus dimasifkan.

Dengan adanya bantuan satgas tersebut, Pemkot Surabaya mengklaim tracing dengan kontak erat pasien Covid-19 itu bisa mencapai 50 orang.

Baca Juga : Sutiaji Gencar Kuatkan Gerakan Malang Herbal

 

Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan, satgas-satgas ini sangat membantu dalam melakukan tracing di lapangan. Sehingga saat ini pihak puskesmas tinggal menganalisa hasil tracing itu.

“Jadi, Puskesmas bisa melakukan analisa dari tracing yang dilakukan oleh satgas. Setelah itu tinggal men-treatmen,” kata Feny- sapaan Febria Rachmanita.

Ia menjelaskan, jika selama ini satu pasien terkonfirmasi dilakukan tracing sebanyak 25 orang, kini sudah bisa lebih banyak dari itu. Bahkan, saat ini satu pasien terkonfirmasi sudah bisa dilacak 50 orang yang kontak erat dengan pasien terkonfirmasi itu. 

“Karena kami melakukan tracing tidak hanya keluarga, tapi juga tetangga hingga tempat kerjanya. Ini sangat penting untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini,” lanjutnya.

Feny juga menjelaskan proses tracing yang dilakukan saat ini. Jika ada satu pasien terkonfirmasi Covid-19, maka para petugas ini akan memetakan orang-orang yang kontak tersebut. 

Misalnya seperti  ring satu atau orang yang kontak erat dengan pasien. Mereka langsung dilakukan tes swab, bukan rapid test lagi. Kemudian untuk ring dua atau orang yang kontak namun tak terlalu erat, mereka dilakukan rapid test terlebih dahulu. Jika reaktif langsung di tes swab.

“Kenapa kami langsung tes swab orang yang kontak erat? Karena yang di ring satu ini resikonya lebih besar. Untuk ring dua jika hasil rapid test reaktif, maka langsung di tes swab,” paparnya.

Feny juga menjelaskan bahwa dengan semakin masifnya tracing yang dilakukan Pemkot Surabaya, akhirnya jumlah rapid tes dan swab tes di Kota Pahlawan ini semakin meningkat. 

Baca Juga : Jaga Masyarakat dari Paparan Covid-19, Puskesmas Buat Jalur Pemeriksaan Terpisah

 

Berdasarkan data terbaru hingga Rabu (8/7/2020), total kumulatif rapid test mencapai 101.532 jiwa. Rapid tes itu dilakukan oleh Pemkot Surabaya melalui Puskesmas, bantuan dari BIN, dan beberapa rumah sakit dan laboratorium rujukan pemeriksaan Covid-19. 

“Makanya jumlahnya sangat banyak,” jelas Feny.

Sedangkan untuk tes swab, total kumulatif sudah sebanyak 24.975 jiwa. Dari angka tersebut, Feny memastikan angka yang sudah keluar hasilnya sebanyak 24.659 jiwa. Dengan hasil 7.159 pasien diantaranya terkonfirmasi atau positif, kemudian 17.297 orang sisanya negatif, serta 203 orang invalid. 

“Jadi, prosentasenya yang positif 29,03 persen, dan yang negatif 70,14 persen, kemudian invalidnya 0,82 persen,” pungkasnya.