Usai Ari Lasso Ngamuk ke WAMI, Tompi Mundur dan Bebaskan Lagu dari Royalti
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
13 - Aug - 2025, 12:16
JATIMTIMES - Polemik distribusi royalti lagu di tubuh Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) Wahana Musik Indonesia (WAMI) semakin memanas. Setelah Ari Lasso melontarkan kritik soal dugaan salah transfer dan ketidakwajaran pembagian royalti, kini giliran Teuku Adifitrian atau Tompi memilih mundur dari keanggotaan WAMI.
Ari Lasso, eks vokalis Dewa 19, mengungkapkan kekecewaannya lewat unggahan Instagram pada Senin (11/8). Ia menyertakan surat dari WAMI tertanggal 28 Juli 2025 yang mencatat adanya setoran royalti puluhan juta rupiah, namun hanya ratusan ribu yang masuk ke rekeningnya.
Baca Juga : Netanyahu Desak Warga Palestina Tinggalkan Gaza, Israel Siapkan Serangan Militer Besar-Besaran
Yang membuatnya geram, uang tersebut justru sempat ditransfer ke nama yang tidak dikenalnya.
"Saya bingung membaca dari sekian puluh juta yang menetes hanya 700-an ribu. Saya telepon sahabat saya Mas Meidy Aquarius yang sempat di WAMI, dia pun juga bingung, dan menjawab gue sudah enggak di Wami... kekonyolan yang PALING HEBAT ADALAH ANDA TRANSFER KE rekening 'Mutholah Rizal'," tulis Ari Lasso.
Ari juga mempertanyakan laporan tersebut, apakah itu haknya atau milik orang lain.
"Sebuah lembaga dengan manajemen yang (maaf) SANGAT BURUK yang sangat berpotensi merugikan, bisa negara, dalam hal ini Dirjen Pajak, dan yang pasti merugikan banyak musisi anggota anda," tegasnya.
Menurut Ari, ada banyak “permainan” atau kelalaian yang layak diperiksa oleh lembaga negara seperti BPK, KPK, atau Bareskrim. Ia menegaskan bukan ingin serakah, tetapi hanya menuntut hak wajar sebagai musisi.
Tak hanya mengkritik, Ari juga memutuskan membebaskan seluruh lagu-lagunya untuk dimainkan di berbagai acara tanpa perlu membayar royalti.
"Untuk semua teman pemain band, penyanyi wedding, event, kafe... SAYA MEMBEBASKAN ANDA MEMUTAR DAN MEMAINKAN LAGU-LAGU HITS saya.. SILAKAN... PERCUMA ANDA MEMBAYAR tapi pengelolaannya kayak begini," tulisnya.
"Wahai teman-teman musisi yuk BERSATU... siapa sebenarnya 'HANTU BLAU NGANGKANG' yang HARUS KITA ROBOHKAN." imbuhnya.
Sehari setelah Ari Lasso mengunggah keluhannya, penyanyi jazz Tompi menyatakan mundur dari WAMI. Keputusan ini ia umumkan lewat Instagram pada Selasa (12/8).
"Per kemarin (11/8), saya sudah minta manajer saya untuk keluar keanggotaan dari WAMI," ungkap Tompi.
Baca Juga : Susunan Upacara Hari Pramuka 14 Agustus 2025 Lengkap Sesuai Pedoman Resmi
Ia mengaku rasa kecewanya terhadap kinerja LMK sudah lama ada, bahkan pernah menjadi topik diskusi bersama almarhum penyanyi Glenn Fredly sebelum 2020.
"Dulu sama Glenn saya beberapa kali diskusi tentang LMK ngutip dan ngebagi royalti dari konser. Belum pernah puas dan jelas dengan jawaban dari semua yang pernah saya tanyai," ujarnya.
"Jawaban yang enggak masuk akal sehat saya dan semakin ke sini kok semakin kisruh aja." tambahnya.
Tompi juga mengambil langkah serupa dengan Ari Lasso, yakni membebaskan lagu-lagunya untuk dinyanyikan siapa saja tanpa pungutan royalti.
"Silakan yang mau menyanyikan lagu-lagu saya di semua panggung-panggung pertunjukan, konser, kafe. Mainkan saja saya enggak akan mengutip apa pun sampai pengumuman selanjutnya," tegasnya.
Langkah Ari Lasso dan Tompi menambah daftar panjang musisi Indonesia yang merelakan karyanya dibawakan tanpa membayar royalti. Sebelumnya, nama-nama seperti Dewa 19, Charly Van Houten, Rhoma Irama, Thomas Ramdhan GIGI, Juicy Luicy hingga Ndarboy Genk sudah melakukan hal yang sama.
Sesuai Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, royalti lagu biasanya dipungut untuk pemakaian di ruang publik komersial seperti konser, restoran, atau kafe. Namun, perselisihan antara musisi dan LMK belakangan membuat sebagian artis memilih melepas hak tersebut.
Sementara itu, UU Hak Cipta kini sedang menjalani uji materi di Mahkamah Konstitusi setelah kelompok musisi yang tergabung dalam VISI mengajukan gugatan. Di DPR, revisi UU ini juga tengah dibahas oleh Komisi X.
