MIN 2 Kota Malang Luncurkan SI IMAM, Sistem Digital untuk Tingkatkan Disiplin dan Transparansi GTK

01 - Jun - 2026, 06:11

Aplikasi Sistem Informasi Ijin Meninggalkan Area Madrasah, menjadi bagian transformasi digital di MIN 2 Kota Malang (ist)

JATIMTIMES - Madrasah Tsanawiyah Negeri (MIN) 2 Kota Malang kembali memperkuat langkah digitalisasi tata kelola sekolah dengan menghadirkan sebuah inovasi baru di bidang administrasi internal. Belum lama ini, madrasah tersebut secara resmi meluncurkan aplikasi SI IMAM atau Sistem Informasi Ijin Meninggalkan Area Madrasah dalam sebuah kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat MIN 2 Kota Malang dan dihadiri oleh kepala madrasah, unsur pimpinan, serta seluruh guru dan tenaga kependidikan.

Peluncuran aplikasi ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan MIN 2 Kota Malang dalam membangun sistem birokrasi yang lebih efektif, transparan, dan selaras dengan perkembangan teknologi. Kehadiran SI IMAM dirancang untuk mengelola proses perizinan bagi guru dan tenaga kependidikan yang perlu meninggalkan lingkungan madrasah pada jam kerja, sehingga seluruh aktivitas tersebut dapat tercatat secara digital dan terdokumentasi secara sistematis.

Baca Juga : Pancasila di Persimpangan Zaman: Dari Dasar Negara Menuju Kedaulatan Digital dan Keadilan Sosial

Melalui platform ini, data perizinan tidak lagi dikelola secara manual. Seluruh informasi yang masuk akan terhubung langsung dengan Sistem Informasi Manajemen (SIM) madrasah sehingga proses pencatatan dan rekapitulasi dapat dilakukan secara otomatis dan real time. Sistem tersebut juga memungkinkan pimpinan maupun petugas administrasi memantau data dengan lebih cepat dan akurat.

Selain mendukung efisiensi kerja, aplikasi SI IMAM juga menghadirkan berbagai fitur yang mendorong keterbukaan informasi di lingkungan madrasah. Setiap guru dan tenaga kependidikan dapat melihat riwayat izin yang pernah diajukan secara mandiri, sehingga mereka memiliki catatan yang jelas terkait frekuensi dan jenis izin yang digunakan selama menjalankan tugas kedinasan.

Tidak hanya itu, aplikasi ini juga memungkinkan seluruh GTK mengetahui rekan kerja yang sedang memperoleh izin meninggalkan area madrasah pada hari yang sama. Fitur tersebut dinilai dapat membantu koordinasi pekerjaan sekaligus menjaga kelancaran layanan pendidikan kepada peserta didik.

Kepala MIN 2 Kota Malang, Nanang Sukmawan S. S.PD, M.Pd.I, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas kinerja dan budaya kerja di lingkungan madrasah. Menurutnya, inovasi yang dikembangkan bukan sekadar mengikuti tren perkembangan teknologi, melainkan menjadi sarana untuk memperkuat profesionalisme seluruh sumber daya manusia di lembaga pendidikan.

"Dengan hadirnya SI IMAM, kami berharap seluruh guru dan tenaga kependidikan semakin memiliki kesadaran dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas pokok serta fungsinya. Sistem ini tidak hanya membantu proses administrasi menjadi lebih mudah, tetapi juga mendorong terciptanya budaya kerja yang lebih tertib, profesional, dan akuntabel," ujar Nanang.

Baca Juga : Membanggakan! Mahasiswa Unisma, Shalwaa Kia Lolos Konferensi Internasional di Tiga Negara

Ia menambahkan bahwa digitalisasi administrasi merupakan langkah penting untuk mewujudkan tata kelola madrasah yang modern dan responsif terhadap kebutuhan zaman. Karena itu, setiap inovasi yang dikembangkan diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi peningkatan pelayanan dan efektivitas kerja di lingkungan sekolah.

Dengan peluncuran SI IMAM, MIN 2 Kota Malang semakin menegaskan komitmennya dalam menghadirkan birokrasi pendidikan yang berbasis teknologi. Inovasi ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan seluruh proses administrasi berjalan lebih transparan, efisien, serta mampu mendukung terciptanya lingkungan kerja yang profesional dan bertanggung jawab di era digital.