Khutbah Jumat 3 April 2026: Cara Istikamah Ibadah, Jangan Kendor setelah Ramadan

Reporter

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy

03 - Apr - 2026, 07:37

Potret khutbah Jumat. (Foto: laman Masjid Raya KH. Hasyim Asyari)

JATIMTIMES - Di pertegahan bulan Syawal ini, umat Islam diajak untuk tetap menjaga semangat ibadah yang telah terbentuk selama Ramadan. Khutbah Jumat kali ini menekankan pentingnya istiqamah dalam menjalankan amal saleh agar semangat beribadah tidak berhenti seiring berakhirnya bulan puasa.

Konsistensi dalam ibadah di bulan Syawal menjadi salah satu cerminan keberhasilan seseorang dalam menjalani Ramadan. Sebab, nilai ibadah tidak hanya terlihat dari kesungguhan saat bulan suci, tetapi juga dari kemampuan untuk mempertahankan kebiasaan baik setelahnya.

Baca Juga : Wacana WFH Magetan: Aturan Ketat, ASN Wajib Laporkan Lokasi Kerja secara Real Time

Syawal yang memiliki makna “peningkatan” hendaknya menjadi momentum bagi setiap muslim untuk terus memperbaiki kualitas iman dan amal. Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan agar tetap istiqamah, di antaranya dengan melakukan muhasabah atau introspeksi diri, mujahadah dengan bersungguh-sungguh melawan hawa nafsu, serta muraqabah, yakni kesadaran bahwa Allah senantiasa mengawasi setiap perbuatan hamba-Nya.

Khutbah I

 الحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ حَرَّمَ الصِّياَمَ أَيّاَمَ الأَعْياَدِ ضِيَافَةً لِعِباَدِهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلٰهَ إِلاَّاللهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ الَّذِيْ جَعَلَ الجَّنَّةَ لِلْمُتَّقِيْنَ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَناَ وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِيْ إِلىَ الصِّرَاطِ المُسْتَقِيْمِ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَباَرِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّـدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحاَبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنَ. أَمَّا بَعْدُ

.فَيَآأَيُّهَاالمُؤْمِنُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. وَاتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقاَتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ . قَالَ اللهُ تَعَالَى:  يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Pada kesempatan yang penuh keberkahan ini, khatib mengajak diri pribadi dan seluruh jemaah sekalian untuk terus memperkuat ketakwaan kepada Allah Swt. Takwa merupakan bekal terbaik dalam menjalani kehidupan, baik di dunia maupun di akhirat.

Hakikat takwa adalah menjalankan seluruh perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya, baik saat sendiri maupun di hadapan orang lain, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.

امْتِثَالُ أَوَامِرِ اللهِ وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ سِرًّا وَعَلَانِيَّةً ظَاهِرًا وَبَاطِنًا

Artinya: Menjalankan segala perintah Allah Swt dan menjauhi segala larangan-Nya, baik dalam keadaan sunyi maupun terang-terangan, lahir maupun batin.

Ketahuilah, tingkat ketakwaan inilah yang akan menjadi penyelamat hidup kita. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra.:

وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يُنْجِهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Artinya: “Barang siapa bertakwa kepada Allah, maka Allah akan menyelamatkannya di dunia dan akhirat.”

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Selain meningkatkan ketakwaan, kita juga wajib terus mensyukuri nikmat Allah Swt yang tidak terhitung jumlahnya. Nikmat sehat, iman, keluarga, rezeki, hingga kesempatan beribadah adalah karunia besar yang sering kali luput dari perhatian.

Sekalipun saat ini ada ujian dan persoalan hidup yang sedang dihadapi, yakinlah bahwa nikmat Allah jauh lebih besar daripada beban yang kita rasakan. Rasa syukur juga menjadi pintu perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

Allah Swt berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” (QS Ar-Ra’d: 11)

Jemaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Di antara nikmat besar yang patut kita syukuri saat ini adalah dipanjangkannya umur sehingga kita telah melalui bulan suci Ramadan dan kini dipertemukan dengan bulan Syawal.

Syawal adalah bulan yang istimewa. Pada bulan inilah umat Islam merayakan Idulfitri sebagai tanda kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa.

Secara bahasa, kata Syawal (شَوَّالُ) berasal dari kata Syala (شَالَ) yang bermakna irtafa‘a (اِرْتَفَعَ), yakni meningkat atau naik.

Makna ini hendaknya menjadi inspirasi bagi kita untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah setelah Ramadan berlalu.

Kita tentu merasakan bagaimana semangat beribadah selama Ramadan begitu luar biasa. Masjid-masjid ramai oleh jemaah salat berjamaah, salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, zikir, infak, sedekah, dan berbagai amal saleh lainnya.

Semangat itu jangan sampai berhenti bersama berakhirnya Ramadan. Justru Syawal harus menjadi momentum untuk mempertahankan, bahkan meningkatkan kebiasaan baik yang telah dibangun.

Minimal, semangat ibadah di bulan Syawal harus sama seperti saat Ramadan.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Ada tiga langkah penting yang dapat dilakukan agar semangat ibadah tetap terjaga di bulan Syawal dan bulan-bulan berikutnya, yaitu muhasabah, mujahadah, dan muraqabah.

Pertama, muhasabah.

Muhasabah berarti melakukan introspeksi dan evaluasi diri atas perjalanan ibadah yang telah dijalani selama Ramadan.

Cobalah bertanya kepada diri sendiri:
Apa saja amal yang telah dilakukan selama Ramadan?
Apakah niat ibadah sudah lurus karena Allah?
Apa yang membuat semangat ibadah meningkat?
Apakah masih ada kewajiban yang lalai dikerjakan?

Pertanyaan-pertanyaan seperti ini penting untuk menjadi bahan evaluasi dan pijakan dalam melangkah ke depan. Allah Swt berfirman dalam Surat Al-Hasyr ayat 18:

Baca Juga : Jadwal Misa Paskah 2026 Surabaya, Sidoarjo, Malang, Kediri hingga Blitar 

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ  

Artinya: ”Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok, dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan."

Kedua, mujahadah.

Setelah mengevaluasi diri, langkah berikutnya adalah bersungguh-sungguh mempertahankan kebiasaan baik yang telah terbentuk selama Ramadan.

Syawal adalah bulan ujian, apakah semangat ibadah hanya musiman, atau benar-benar tumbuh menjadi karakter hidup.

Perjuangan ini tentu tidak mudah. Akan ada tantangan dari lingkungan, kesibukan dunia, bahkan dari hawa nafsu diri sendiri.

Karena itu dibutuhkan tekad yang kuat. Allah Swt berfirman:

وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ  

 Artinya: “Dan orang-orang yang berjihad (bersungguh-sungguh) untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik.”

Ketiga, muraqabah.

Muraqabah adalah menghadirkan kesadaran bahwa Allah selalu melihat dan mengawasi setiap langkah hidup kita.

Dengan kesadaran ini, hati akan terdorong untuk terus dekat kepada Allah dan takut melakukan maksiat.

Rasulullah saw bersabda:

أَنْ تَعْبـــُدَ اللَّهَ كَأَنَّــكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ

Artinya: “Hendaknya engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.”

Semakin kuat rasa muraqabah dalam hati, semakin tumbuh kesadaran bahwa kita masih sangat lemah dan miskin amal.

Dari sinilah lahir semangat untuk terus memperbanyak ibadah, amal saleh, dan kebaikan sebagai bentuk penghambaan kepada Allah Swt.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Demikian beberapa ikhtiar yang dapat dilakukan agar semangat ibadah di bulan Syawal tetap terjaga dan terus meningkat.

Semoga Allah memberi kekuatan kepada kita untuk senantiasa melakukan muhasabah, mujahadah, dan muraqabah, sehingga hari ini menjadi lebih baik dari hari kemarin, dan esok menjadi lebih baik dari hari ini. Amin ya Rabbal ‘alamin.

  بارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ   

Khutbah II  

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَ مَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ.  

 اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

 رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ   عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ