Dari Bangunan Heritage Jadi Dapur Canggih, Wali Kota Malang: SPPG Sukoharjo 2 Penuhi Standar Nasional
Reporter
Riski Wijaya
Editor
Nurlayla Ratri
27 - Mar - 2026, 12:31
JATIMTIMES - Pemerintah Kota Malang terus memperkuat program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menghadirkan dapur berstandar tinggi. Terbaru, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukoharjo 2 yang digadang-gadang bisa menjadi percontohan nasional.
Peresmian ini dilakukan bersama perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) Jumat (27/3/2026). Yang juga sekaligus untuk meninjau langsung seluruh proses produksi makanan bagi penerima manfaat.
Baca Juga : Tunggu Instruksi, Kebijakan WFA bagi ASN dan Pembelajaran Daring Siswa di Batu Bakal Diatur Sesuai Kebutuhan
Wahyu menyebut, SPPG Sukoharjo 2 memiliki keunggulan dari berbagai aspek. Mulai dari bangunan hingga sistem operasional yang dinilai sudah sangat matang.
“Bangunannya heritage, tapi penataan ruang dan alurnya sudah sesuai SOP. Sirkulasinya bagus, dan sarana prasarananya juga sangat canggih,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Tak hanya itu, proses memasak hingga distribusi makanan dilakukan dengan standar ketat. Mulai dari pengaturan suhu, kebersihan, hingga pembagian tugas pekerja yang dibuat terpisah untuk menjaga sterilisasi.
“Semua ada tahapannya. Mulai dari memasak, pengemasan, sampai pengiriman itu cepat dan tidak boleh tercampur. Ini penting untuk menjaga kualitas dan keamanan makanan,” jelasnya.
Yang menarik, proses pencucian peralatan juga menggunakan teknologi suhu tinggi hingga 130 derajat Celsius. Hal ini diyakini mampu membunuh bakteri dan memastikan peralatan benar-benar steril sebelum digunakan kembali.
“Pembersihannya luar biasa. Ada air panas bertekanan, lalu suhu tinggi sampai 130 derajat. Itu sudah sesuai standar untuk menjamin kebersihan,” tambah Wahyu.
Saat ini, SPPG Sukoharjo 2 melayani sekitar 600 penerima manfaat, mayoritas merupakan anak sekolah. Proses produksi dilakukan tiga kali dalam sehari dengan sistem cepat agar makanan bisa langsung dikonsumsi tanpa jeda waktu lama.
“Memang diatur pagi hari, supaya dari masak sampai dimakan itu tidak terlalu lama,” ungkapnya.
Baca Juga : Sempat Ada Laporan Anonim, Aduan Resmi THR di Kota Malang Dipastikan Nihil
Secara keseluruhan, kapasitas dapur ini dinilai masih bisa ditingkatkan. Bahkan, dalam satu jam, produksi nasi bisa mencapai 700 porsi.
Di sisi lain, Pemkot Malang juga terus memperluas jangkauan program MBG. Dari total kuota 87 titik SPPG, saat ini sudah terealisasi 75 titik dan akan terus bertambah secara bertahap.
“Masih ada sisa kuota, nanti kita buka lagi beberapa titik,” tegas Wahyu.
Sementara itu, total penerima manfaat program MBG di Kota Malang saat ini telah mencapai sekitar 170 ribu orang.
Dengan standar operasional yang ketat dan fasilitas modern, Wahyu berharap SPPG Sukoharjo 2 bisa menjadi rujukan bagi dapur MBG lainnya di Kota Malang maupun daerah lain.
“Ini bisa jadi contoh. Karena tahapan-tahapannya sangat diperhatikan, mulai dari sterilitas sampai jaminan gizinya,” pungkasnya.
