Jembatan Perintis Garuda Permudah Akses Warga Dua Desa di Banyuwangi

10 - Mar - 2026, 02:18

Dandim 0825 Banyuwangi Letkol (Arm) Triyadi Indrawijaya bersama Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Banyuwangi saat meresmikan Jembatan Perintis di Kecamatan Siliragung Banyuwangi (Istimewa)

JATIMTIMES - Konektifitas warga Desa Seneporejo Kecamatan Siliragung - Desa Sambirejo Kecamatan Bangorejo lebih aman mudah dan lancar dengan tuntas pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Seneporejo, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi.

Jembatan Perintis yang dibangun TNI AD resmi dioperasikan dan diresmikan oleh Dandim 0825 Banyuwangi Letkol (Arm) Triyadi Indrawijaya bersama warga, Senin (9/3/2026) kemarin.

Baca Juga : Merawat Pascabanjir, Jejak Pendampingan Teman Baik untuk Warga Aceh di Bulan Ramadan

Jembatan gantung ini mempermudah akses pendidikan, ekonomi, dan aktivitas warga yang sebelumnya harus memutar jauh bahkan menyeberangi sungai.

Acara peresmian tersebut dihadiri antara lain;  Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Banyuwangi, MY Bramuda, dan perwakilan Forkopimda, camat hingga kades. 

Kegiatan peresmian jembatan oleh Dandim Banyuwangi merupakan bagian dari launching 200 jembatan perintis secara serentak di Indonesia.

Menurut Dandim Banyuwangi Letkol (Arm) Triyadi Indrawijaya, jembatan penghubung dua desa di dua kecamatan tersebut dibangun di atas Sungai Bango dengan lebar sungai sekitar 34 meter. Bentangan jembatan mencapai 50 meter dan kini memiliki lebar 1,60 meter.

“Awalnya lebar 1,20 meter, namun atas masukan masyarakat kami tambah masing-masing 20 sentimeter kanan kiri agar lebih nyaman dilalui,” ujar Letkol (Arm) Triyadi.

Jembatan Perintis tersebut menghubungkan Desa Seneporejo, Kecamatan Siliragung dengan Desa Sambirejo, Kecamatan Bangorejo. Sebelumnya, warga harus memutar cukup jauh untuk beraktivitas sehari-hari.

Triyadi mengatakan pembangunan dilakukan selama 41 hari, mulai 10 Januari hingga 20 Februari 2026. Prajurit TNI dan warga bekerja bergantian selama 1 X 24 jam.

“Kami bagi anggota dalam empat sif. Ini murni pengabdian agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Letkol (Arm)Triyadi.

Menurut dia, manfaat utama jembatan ini untuk memudahkan anak-anak sekolah dan aktivitas mengaji yang sebelumnya harus menyeberang sungai atau mengambil jalur lebih jauh.“Sekarang anak-anak bisa lebih cepat ke sekolah dan tempat mengaji. Ini juga mempercepat akses warga ke sawah dan ladang,” tambahnya.

Baca Juga : BI Malang Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Business Matching dan Literasi Ekonomi Syariah di Festival Ramadan Ponpes Albina

Selain itu, keberadaan jembatan akan meningkatkan nilai ekonomi kawasan karena mobilitas barang dan hasil pertanian menjadi lebih lancar.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Banyuwangi, MY Bramuda, yang akrab disapa Bram menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dan TNI dalam pembangunan jembatan tersebut.

Selama ini, lanjut dia, TNI selalu berjalan seiring dengan pemerintah daerah. Pembangunan yang dilakukan juga menyentuh daerah-daerah yang sebelumnya sulit dijangkau dan memang sangat dibutuhkan masyarakat.

“Ini bukti negara hadir menjawab kebutuhan akses ekonomi dan pendidikan masyarakat. Pemkab siap mendukung program seperti ini,” ujarnya.

Salah seorang warga, Maryam (70 tahun), mengaku bersyukur atas pembangunan jembatan perintis tersebut. Selama puluhan tahun, dia dan warga lain harus menyeberangi sungai atau memutar untuk beraktivitas.

“Dulu kalau ke sawah atau anak mau ngaji harus menyeberangi sungai kadang harus muter. Sekarang sudah enak, tidak perlu muter lagi. Terima kasih TNI,” ucapnya.