Wali Kota Blitar Launching SPPG Cik Ditiro, Perkuat Pemberdayaan Warga dan Standar Layanan Gizi Sekolah
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
Nurlayla Ratri
03 - Mar - 2026, 02:59
JATIMTIMES - Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, resmi meluncurkan SPPG Cik Ditiro di Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul, Selasa (3/3/2026). Kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ini diharapkan menjadi motor penggerak pemberdayaan warga sekaligus memperkuat standar layanan gizi bagi anak-anak sekolah.
Peresmian ditandai dengan pembacaan doa dan penekanan komitmen keberlanjutan program. Dalam sambutannya, wali kota yang akrab disapa Mas Ibin itu menegaskan bahwa Pemerintah Kota Blitar terus mendorong setiap kelurahan menghadirkan inovasi yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga : Puluhan Peserta Bakal Ramaikan Kontes Lele Lamongan di Ramadan Meriah
“Kami sangat mengapresiasi inisiasi lahirnya SPPG Cik Ditiro ini. Kehadiran program ini merupakan bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan kemandirian masyarakat di Kelurahan Sentul masih sangat kuat,” ujar Mas Ibin.
Ia menekankan, inovasi di tingkat kelurahan tidak boleh berhenti pada seremoni. Program harus menjadi penggerak ekonomi kreatif dan sosial di akar rumput. “Inovasi seperti ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan harus menjadi motor penggerak ekonomi kreatif dan sosial di tingkat akar rumput,” tegasnya.
Mas Ibin berharap SPPG Cik Ditiro mampu meningkatkan taraf hidup warga sekitar sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga. Menurut dia, ruang interaksi positif seperti ini penting untuk menjaga kondusivitas wilayah.
Usai peresmian, wali kota meninjau langsung fasilitas dapur dan ruang pengolahan. SPPG Cik Ditiro bermitra dengan Polres Blitar Kota melalui Yayasan Kemala Bhayangkari. Dari hasil pemantauan, ia menilai standar operasional prosedur (SOP) yang diterapkan sudah sangat baik.
“Tadi kita lihat di dalamnya, mulai dari penerimaan bahan, klasifikasi bahan basah dan kering, hingga tempat produksi sangat representatif dan sesuai SOP BGN. Bahkan mungkin bisa di atas SOP BGN. Peralatannya lengkap dan komplit,” katanya.
Ia memastikan kualitas bahan pangan yang disalurkan juga memenuhi standar. “Bahan-bahan yang disalurkan lumayan istimewa, bagus, sesuai standar BGN. Penerima manfaat tentu akan mendapatkan kualitas layanan yang baik,” ujarnya.
Mas Ibin berharap seluruh SPPG di Kota Blitar dapat mengadopsi standar serupa. Sasaran layanan bukan hanya anak sekolah, tetapi juga ibu hamil dan ibu menyusui. “Harapan saya, seluruh SPPG di Kota Blitar bisa melayani masyarakat dengan standar seperti ini. Tantangan sesungguhnya adalah menjaga agar tetap berkelanjutan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Cik Ditiro, Restu Ida Lesman Geya, menjelaskan saat ini terdapat 17 titik pengantaran dengan total 954 siswa penerima manfaat dari jenjang SD dan taman kanak-kanak.
Baca Juga : Tekan Gejolak Harga saat Ramadan, Pemkot Batu Gelar Gerakan Pangan Murah di Tiga Kecamatan
“Untuk sementara ada 17 titik pengantaran dengan 954 siswa penerima manfaat. Kami berkomitmen terus menerapkan SOP kepada relawan agar makanan yang disajikan tetap higienis dan terjaga kualitasnya,” kata Restu.
Ia menyebutkan total relawan yang terlibat sebanyak 55 orang, terbagi dalam beberapa divisi. Delapan orang di bagian memasak dan pengolahan makanan, serta didukung satu ahli gizi dan satu akuntan di bawah naungan BGN.
“Kami ingin memastikan tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan ke depan. Karena itu, kualitas dan higienitas menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Dengan peluncuran SPPG Cik Ditiro, Pemerintah Kota Blitar menegaskan komitmennya membangun ekosistem pelayanan gizi yang terstandar, berbasis kolaborasi, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan yang tidak hanya memperkuat ketahanan gizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi warga secara berkelanjutan.
