Korban Banjir Alami Krisis Air Bersih, DPD PAN Jember Hadir Bawa Truk Tanki
Reporter
Moh. Ali Mahrus
Editor
Nurlayla Ratri
17 - Feb - 2026, 07:37
JATIMTIMES - Ribuan warga Dusun Sumberjo Desa Glundengan Wuluhan, yang menjadi korban banjir pada Jumat 12 Februari 2026 lalu, mulai merasakan dampak kesulitan air bersih. Sejumlah sumur warga banyak yang terendam air dan lumpur, sehingga tidak bisa digunakan dan menyebabkan warga mengalami krisis air bersih.
Untuk membantu meringankan warga korban banjir di wilayah tersebut, DPD PAN Jember, Selasa (17/2/2026) mengirimkan 1 truk tangki air bersih di wilayah tersebut, untuk membantu warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih.
Baca Juga : Energi Kuda Api Guncang Museum Angkut, Show Fire Horse Jadi Magnet Wisatawan
Ketua DPD PAN Jember H. Abdus Salam menyatakan, bahwa banjir yang menimpa warga Jember, terutama di wilayah Wuluhan, merupakan bencana alam yang harus menjadi perhatian semua pihak,oleh karenanya, pihaknya menerjunkan kader partainya untuk turun menyalurkan air bersih kepada warga korban banjir.
"Kami DPD PAN Jember terpanggil untuk membantu meringankan korban banjir yang mengalami air bersih, sehingga kami memerintahkan pengurus DPC PAN Wuluhan untuk, terpanggil untuk membantu saudara kita di Kecamatan Wuluhan untuk menyalurkan air bersih ke warga," ujar Cak Salam melalui sambungan telepon dari Madinah.
Cak Salam juga menambahkan, bahwa banjir di Dusun Sumberjo Desa Glundengan, memang sudah rutin terjadi setiap musim hujan, namun tidak separah tahun ini, dimana ketinggian air mencapai 1 meter lebih.
"Orang tua saya asli kelahiran sama (Dusun Sumberjo) jadi banjir di daerah tersebut, memang sudah rutin terjadi setiap tahunnya, hanya saja tahun ini paling parah, dan mudah-mudahan kondisi seperti ini bisa kembali pulih, dan warga bisa menjalankan ibadah puasa dengan khusyu," ujar Cak Salam.
Cak Salam juga mengapresiasi kesigapan Pemkab Jember, dalam hal ini Bupati Muhammad Fawait, yang telah bergerak melakukan percepatan penanganan banjir di Kabupaten Jember.
Baca Juga : Niat Mandi Wajib Sebelum Puasa Ramadan 2026: Bacaan Arab, Latin, Arti dan Hukum Lengkapnya
Berdasarkan data resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jember, tercatat sedikitnya 7.445 kepala keluarga atau sekitar 7.400 lebih warga terdampak banjir yang meluas di 23 desa pada 10 kecamatan. Ratusan warga sempat mengungsi ke lokasi yang lebih aman, dan satu korban jiwa dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat arus listrik saat membersihkan rumahnya dari genangan.
Sejumlah wilayah yang terdampak banjir di antaranya, Desa Nogosari, Rambipuji, dan Desa Glundengan, Wuluhan. Permukiman warga terendam banjir luapan sungai dengan ketinggian air mencapai 1 hingga 1,5 meter. Kawasan terdampak berada di sepanjang daerah aliran Sungai Bedadung dan Sungai Dinoyo yang berhulu di kawasan Pegunungan Argopuro, sehingga ketika curah hujan meningkat ekstrem, debit air melonjak dan meluap ke pemukiman. (*)
