Peringati Haul ke-77 Tan Malaka, Puluhan Mahasiswa dan Masyarakat Gelar Refleksi ‘Madilog’ di Pusara Selopagung
Reporter
Bambang Setioko
Editor
Nurlayla Ratri
14 - Feb - 2026, 06:16
JATIMTIMES - Puluhan mahasiswa dari berbagai daerah bersama komunitas masyarakat menggelar doa bersama dan refleksi kebangsaan dalam rangka memperingati Haul ke-77 Ibrahim Datuk Tan Malaka. Kegiatan ini berlangsung khidmat di pusara sang "Bapak Republik" yang berlokasi di Desa Selopagung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Sabtu (14/2/2026).
Peringatan tahun ini menandai 20 tahun sejak lokasi makam Tan Malaka pertama kali ditemukan di lereng Gunung Wilis. Selain doa bersama, acara diisi dengan orasi kebangsaan dan pembacaan puisi yang menekankan pada warisan pemikiran kritis Tan Malaka bagi generasi muda Indonesia.

Menghidupkan Kembali Semangat "Bapak Republik"
Baca Juga : Teliti Transformasi Militer, Mantan Menteri Pertahanan Timor Leste Resmi Raih Gelar Doktor di UMM
Ketua Tan Malaka Institute, Imam Mubarok atau yang akrab disapa Gus Barok, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah upaya menjaga agar api perjuangan Tan Malaka tidak padam. Ia mengingatkan kembali bahwa status Tan Malaka sebagai Pahlawan Nasional telah sah secara hukum melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 53 Tahun 1963.
“Tan Malaka adalah Bapak Bangsa. Ide tentang Republik Indonesia lahir dari pemikiran beliau jauh sebelum proklamasi kemerdekaan. Kita berkumpul di sini agar semangatnya tetap hidup, karena gagasan Tan Malaka tidak pernah mati,” ujar Gus Barok dalam orasinya.

Refleksi Madilog: Melawan Takhayul dengan Logika
Salah satu poin utama dalam peringatan ini adalah ajakan bagi kaum muda untuk mendalami buku mastera-piece Tan Malaka, Madilog (Materialisme, Dialektika, dan Logika). Gagasan ini dinilai sangat relevan di tengah tantangan zaman modern.
- Rasionalitas: Mengajak masyarakat berpikir ilmiah dan objektif.
- Kedaulatan: Menekankan kedaulatan rakyat yang berpihak pada kaum tertindas.
- Independensi: Mendorong kemandirian berpikir tanpa terjebak fanatisme sempit.
Sinergi Kediri dan Limapuluh Kota
Baca Juga : Rekomendasi Kuliner Ramadan di Kota Malang: Nasi Kebuli Claypot dan Es Cendol Segar Ah Pek
Secara terpisah, apresiasi datang dari tanah kelahiran Tan Malaka di Sumatra Barat. Ketua Yayasan Ibrahim Tan Malaka (IBRATAMA), Ferizal Sultan Purnama Agung, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada masyarakat Kediri yang terus menjaga makam dan warisan pemikiran beliau.
"Atas nama keluarga dan yayasan, kami menghaturkan penghargaan setinggi-tingginya. Hal ini mempererat silaturahmi antara keluarga di Limapuluh Kota dengan keluarga besar di Kediri," kata Ferizal. Sebagai kelanjutan, upacara peringatan serupa juga dijadwalkan akan digelar di Sumatra Barat pada 21 Februari mendatang.
Melalui haul ini, para peserta berharap semangat republikanisme yang dicita-citakan Tan Malaka yakni sebuah negara yang berdiri di atas kesadaran kritis dan keberanian berpikir dapat terus menjadi pijakan bagi pembangunan karakter bangsa.
